Plastik Mahal Cekik UMKM, Komisi XII DPR Janji Cari Solusi Bareng Kemenperin

Clara Medium.jpeg

Rabu, 8 April 2026 – 19:37 WIB

Harga plastik naik signifikan sejak sebelum Lebaran pada 21 Maret 2026. (Foto: Antara).

Harga plastik naik signifikan sejak sebelum Lebaran pada 21 Maret 2026. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijya, menanggapi keluhan pelaku UMKM terkait kenaikan harga plastik. Ia menyebut gangguan di Selat Hormuz akibat gejolak geopolitik telah memicu lonjakan harga nafta yang merupakan bahan baku utama plastik.

“Bahwa ini kan harga daripada bahan baku plastik adalah nafta itu memang ada kenaikan. Kita menyadari itu tetapi yang jelas pada saat ini hal tersebut pasti akan dicarikan solusi,” ujar Bambang dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Kondisi industri plastik domestik saat ini dinilai sangat rentan karena 100 persen kebutuhan nafta masih dipenuhi melalui impor. Terkait hal ini, Komisi XII berencana melakukan koordinasi lintas sektor.

“Tentu nanti kami bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian. Kami akan tanyakan kepada kolega kami dari Komisi VII terkait ini kondisi ini bagaimana suplai dan demand. Tetapi kami sampaikan bahwa apapun itu kita akan hadapi situasinya dengan kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan tengah menyiapkan langkah mitigasi untuk menekan dampak kenaikan biaya bahan baku. Menurutnya, kenaikan harga plastik berdampak langsung pada biaya kemasan bagi pelaku usaha kecil.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik. Namun, kami akan menyiapkan langkah mitigasinya,” kata Maman di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Meskipun akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Maman menyebut rencana penanganan tersebut masih dalam tahap awal pembahasan.

Saat ini, harga plastik domestik dilaporkan melonjak mulai dari 30 persen hingga 80 persen. Kenaikan ini dipicu oleh memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berujung pada terganggunya distribusi bahan baku minyak bumi dan nafta secara global.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang