Outlook Indonesia Berada di Level Stabil: Lembaga S&P Pertahankan Rating BBB

Clara Medium.jpeg

Senin, 13 Juli 2026 – 19:43 WIB

Logo S&P Global terpampang di kantornya di kawasan keuangan di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: ANTARA/Reuters/Brendan Mcdermid).

Logo S&P Global terpampang di kantornya di kawasan keuangan di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: ANTARA/Reuters/Brendan Mcdermid).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings, akhirnya, mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang. Dan,  A-2 untuk jangka pendek. Prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

Keputusan ini disampaikan melalui publikasi Research Update bertajuk “Indonesia Ratings Affirmed At ‘BBB/A-2’; Outlook Stable” yang dirilis pada, Senin (13/7/2026).

Dalam laporannya, S&P menilai peringkat Indonesia ditopang oleh prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang bijaksana, dan beban utang eksternal neto serta utang pemerintah yang relatif ringan dibandingkan negara setara.

“Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil,” demikian dikutip dalam laporan S&P.

Dalam laporan tersebut, S&P juga memproyeksikan perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan proyeksi pertumbuhan riil 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen pada periode 2026-2029.

“Kami memperkirakan defisit fiskal Indonesia akan tetap di bawah 3 persen dari PDB, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara ini, meskipun terjadi peningkatan belanja untuk subsidi energi,” tulisnya.

Dalam laporannya, S&P mencatat bahwa fiskal dan eksternal Indonesia mengalami tekanan akibat tingginya harga energi, kenaikan suku bunga global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta utang. Namun, tekanan itu hanya bersifat sementara.

S&P juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola sektor sumber daya alam dan mineral. Langkah tersebut dinilai berpotensi meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dalam jangka panjang.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, afirmasi dari S&P merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto.

“Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah,” kata Menko Airlangga.

Ketika ketidakpastian global meningkat, kata Menko Airlangga, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan di kisaran 5 persen, mempertahankan disiplin fiskal dengan defisit di bawah 3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto).  

“Serta memperkuat tata kelola sektor sumber daya alam. Ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid,” ujar Menko Airlangga.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang