Ilustrasi pengisian bensin kendaraan bermotor di SPBU. (Dok. Pertamina)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mencium adanya upaya sengaja dari pihak tertentu untuk menggulirkan isu kenaikan harga BBM. Padahal, di tengah gejolak global, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru memilih pasang badan untuk tidak menaikkan harga demi menjaga daya beli rakyat.
Bambang menilai munculnya dorongan agar harga BBM naik sebagai sebuah anomali yang hanya memicu keresahan masyarakat.
“Ada satu anomali yang terjadi di publik saat ini. Ketika ada satu pemerintah di tengah pemerintah-pemerintah kita, tetangga kita menaikkan BBM, ada pemerintah namanya pemerintah Indonesia dibawah Presiden Prabowo yang bersikukuh untuk tidak menaikkan BBM. Tapi ada beberapa tokoh atau pihak-pihak yang malah mendorong untuk menaikkan BBM,” ujar Bambang saat konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Padahal, data menunjukkan harga minyak dunia justru melandai hingga 17 persen, dari kisaran USD114 per barel ke angka USD94 per barel. Kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu turunnya harga energi.
“Kalau harga minyak turun, artinya keputusan Presiden untuk bertahan tidak menaikkan BBM itu sudah tepat,” kata dia.
Bambang juga meminta masyarakat tidak termakan isu yang bersumber dari tangkapan layar di media sosial. Ia menegaskan, informasi yang beredar hanyalah simulasi lama jika perang berlarut, bukan kebijakan resmi saat ini.
“Itu simulasi ya, simulasi yang dibuat ketika Dirjen Migas menganggap bahwa ini perang akan berlangsung lama. Sebenarnya kita malah aneh ketika orang, pemerintah lagi mau bertahan membela kepentingan masyarakat kecil. Tapi ada pihak-pihak yang malah mendorong, bebanin masyarakat, suruh naikkan BBM,” ucapnya.
Ia pun meminta pihak-pihak penyebar isu berhenti memicu kepanikan, apalagi di tengah momentum Lebaran yang masih terasa.
“Kasian rakyat kecil kan ketika mereka tidak tahu diberikan isu yang membuat semua panik kan,” pungkas Bambang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













