Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa ketergantungan terhadap impor BBM jenis bensin masih tinggi. Pada 2025, angka impor mencapai 60,18 persen dari kebutuhan nasional, dan tercatat turun tipis menjadi 59 persen pada 2026.
Ditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, merinci bahwa kebutuhan bensin nasional pada 2025 mencapai 100.986 kiloliter (kl) per hari. Angka tersebut mengalami penurunan menjadi 99.661 kl per hari hingga Februari 2026.
“Di mana untuk importasi minyak bensin yang paling dominan ini berasal dari Singapura dan Malaysia, karena pada posisi bensin kebutuhan sampai saat ini masih membutuhkan importasi,” ujar Rizwi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Rizwi menjelaskan, konsumsi BBM subsidi atau Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) tercatat sebesar 76.932 kl per hari pada 2025, kemudian turun menjadi 73.107 kl per hari pada 2026. Sementara itu, penggunaan BBM nonsubsidi justru mengalami kenaikan.
“Sedangkan kebutuhan minyak bensin jenis BBM umum atau nonsubsidi tahun 2025 sebesar 24.055 kiloliter per hari, atau naik menjadi 25.254 kiloliter per hari pada posisi 2026 sampai dengan Februari,” ucapnya.
Di sisi lain, terdapat kenaikan pada kebutuhan BBM jenis solar. Pada 2025, kebutuhan solar nasional sebesar 110.932 kl per hari, lalu meningkat menjadi 111.356 kl per hari hingga Februari 2026. Meski kebutuhan naik, pemerintah mengklaim berhasil menekan angka impor solar secara signifikan.
“Impor berhasil ditekan dari 12,17 persen di tahun 2025 menjadi hanya 6,26 persen di tahun 2026 sampai dengan Februari 2026. Dimana untuk importasinya juga paling dominan berasal dari Singapura dan Malaysia, baik tahun 2025 maupun 2026,” pungkas Rizwi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













