Kredit Bank Mandiri Tumbuh Nyaris 16 Persen, Ekonom: Agresif tapi Tetap Pruden

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 5 April 2026 – 23:17 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Direktur Utama Riduan dan Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan lolos dalam Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) atau fit and proper test. (Foto: Dok. Bank Mandiri)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Direktur Utama Riduan dan Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan lolos dalam Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) atau fit and proper test. (Foto: Dok. Bank Mandiri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, mengapresiasi strategi ekspansi kredit Bank Mandiri yang dinilai agresif namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian, alias tetap pruden.

Menurut Piter, lonjakan kredit Bank Mandiri lebih dipicu oleh strategi penyaluran yang proaktif dari sisi perbankan, bukan semata karena lonjakan permintaan dari pasar.

“Terlepas dari pertumbuhan kredit tersebut, saya kira kinerja Bank Mandiri masih cukup baik, dengan indikator permodalan, likuiditas, dan profitabilitas yang terjaga,” ujar Piter di Jakarta, Minggu (5/4/2026).

Berdasarkan laporan keuangan bulanan Februari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.513,1 triliun, atau tumbuh 15,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Piter menekankan, strategi agresif ini tidak otomatis mencerminkan perbaikan permintaan kredit secara luas, mengingat tidak semua bank mengambil langkah serupa. Namun, langkah tersebut dinilai tetap terkendali.

Pertumbuhan kredit ini diiringi dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.644,8 triliun, naik 16,3 persen secara tahunan.

“Ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap terjaga terhadap layanan Bank Mandiri,” tegasnya.

Dari sisi kinerja, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut peningkatan tersebut didorong oleh semakin aktifnya transaksi nasabah, terutama melalui kanal digital.

Laba bersih Bank Mandiri tercatat tumbuh 16,7 persen secara tahunan menjadi Rp8,9 triliun hingga Februari 2026. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi digital melalui Livin’ by Mandiri yang turut mengerek pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

Sepanjang awal tahun hingga Februari 2026, volume transaksi melalui Livin’ by Mandiri mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi, atau tumbuh sekitar 28 persen (yoy).

Lonjakan ini didorong oleh semakin luasnya penggunaan layanan digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga transfer dana antarindividu dan pelaku usaha.

Selain itu, meningkatnya transaksi di merchant, termasuk UMKM, turut memperkuat peran ekosistem digital Bank Mandiri dalam menopang aktivitas ekonomi yang lebih cepat dan inklusif.

Sejalan dengan tren tersebut, pendapatan berbasis komisi juga melesat. Pendapatan dari platform digital, termasuk Livin’ by Mandiri, mencapai Rp625 miliar atau tumbuh 45,3 persen (yoy). Sementara itu, platform wholesale Kopra by Mandiri mencatatkan pendapatan Rp421 miliar, naik 29,3 persen secara tahunan.

Di sisi intermediasi, kinerja Bank Mandiri tetap solid. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp13,7 triliun, tumbuh 9,16 persen (yoy).

Efisiensi operasional juga membaik, tercermin dari rasio cost-to-income ratio (CIR) yang turun ke level 37,21 persen, menandakan pengelolaan biaya yang semakin disiplin sekaligus peningkatan produktivitas.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 0,98 persen, dengan coverage ratio yang kuat mencapai 246,5 persen.

“Kinerja ini mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten,” ujar Novita.

Di tengah ekspansi yang agresif, Bank Mandiri tampaknya masih mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko, sebuah kombinasi yang menjadi kunci di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang