Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon selatan kembali mendidih. Tindakan militer Israel yang menyasar fasilitas milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan dengan tegas bahwa mereka akan segera mengajukan nota protes resmi kepada otoritas Tel Aviv.
Langkah diplomatik nan tajam ini diambil menyusul aksi arogansi berupa perusakan kamera pengawasan yang dipasang di kompleks markas besar UNIFIL di Naqoura, Lebanon selatan.
Juru Bicara UNIFIL, Candice Ardell, dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (5/4/2026), membeberkan kronologi insiden yang mencoreng prinsip keselamatan pasukan penjaga perdamaian tersebut. Menurut Ardell, insiden perusakan fasilitas vital ini telah berlangsung sejak hari Jumat (3/4/2026).
Pasukan militer Israel dilaporkan secara sengaja menghancurkan seluruh sistem kamera pengawas milik UNIFIL yang posisinya menghadap langsung ke arah Jalan Menghi, sebuah jalur krusial di area perimeter markas besar misi PBB tersebut.
Fasilitas Keselamatan Pasukan Dirusak
Ardell memberikan penegasan kuat bahwa perangkat pengawasan elektronik yang dihancurkan oleh serdadu Israel tersebut sama sekali bukan bagian dari operasi intelijen militer mana pun. Kamera-kamera tersebut diposisikan semata-mata untuk memantau area di sekitar kompleks UNIFIL secara transparan.
Fungsi utamanya sangat mendasar, yakni memastikan keamanan dan keselamatan nyawa para prajurit penjaga perdamaian dari berbagai negara yang tengah bertugas di bawah bendera PBB di wilayah rawan konflik tersebut.
Menyikapi tindakan provokatif dan destruktif ini, pihak UNIFIL tidak tinggal diam. Mereka telah memanggil perwakilan militer Israel dan menyampaikan keprihatinan yang sangat serius secara langsung.
Sebagai tindak lanjut prosedural, markas besar UNIFIL kini tengah merampungkan penyusunan dokumen untuk mengajukan protes resmi atas pelanggaran fatal terhadap fasilitas milik perserikatan bangsa-bangsa tersebut.
Terjepit di Pusaran Konflik Regional
Insiden penghancuran fasilitas vital PBB ini tidak berdiri sendiri dan meletus di tengah situasi geopolitik yang sangat rentan. Peristiwa ini terjadi tepat di tengah pusaran eskalasi permusuhan regional yang kian meluas dan semakin sulit dikendalikan.
Kawasan Timur Tengah saat ini tengah membara akibat rentetan konflik terbuka yang melibatkan segitiga kekuatan, yakni Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Bagi UNIFIL sendiri, aksi perusakan kamera ini menambah daftar panjang rentetan insiden berulang yang secara langsung berdampak dan mengancam posisi-posisi strategis pasukan penjaga perdamaian di sepanjang garis demarkasi Lebanon selatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terkait justifikasi operasional di balik penghancuran fasilitas keamanan milik komunitas internasional yang seharusnya dilindungi oleh hukum perang tersebut.










