Agar Cadangan BBM Bisa 90 Hari, Presiden Prabowo Perintahkan Bahlil Bangun Storage Baru

Vonita Medium.jpeg

Rabu, 4 Maret 2026 – 21:33 WIB

  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Memanasnya geopolitik di Timur Tengah yang dikenal sebagai lumbung migas dunia, membuat banyak negara khawatir akan cadangan minyak dan gas sejumlah negara. Termasuk Indonesia yang cadangan bahan bakar minyak (BBM)-nya hanya cukup untuk 21 hari.

Dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, cadangan BBM nasional, saat ini, dalam kondisi aman. Bahkan melampaui standar minimal cadangan nasional.

Di sisi lain, dia mengakui bahwa daya tampung cadangan BBM Indonesia, selama ini, masih terbatas. Yakni, maksimal hanya 25 hari. Pelu ditingkatkan agar benar-benar dipastian aman.

“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya,” kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Dia menjelaskan, keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki. Oleh karena itu, Prabowo memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas penyimpanan baru guna memperkuat cadangan energi nasional.

“Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana,” kata Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu.

Pembangunan fasilitas penyimpanan cadangan BBM nasional, menurut Bahlil, menjadi langkah penting agar bisa ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan, alias 90 hari.

Terkait rencana pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut, Menteri Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi. Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatera,” ucapnya.

Minimal 30 Hari

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi mendorong agar cadangan BBM yang dimiliki pemerintah naik signifikan. Bukan lagi 21 hari, namun minimal 30 hari. Syukur-syukur bisa 90 hari atau 3 bulan. 

“Di bulan-bulan normal, cadangan BBM selama 21 hari, barangkali aman. Tetapi bulan ini kan ada Puasa Ramadan nyambung Lebaran. Kan konsumsi BBM meningkat tajam. Jadi kalau hanya 21 hari, saya kira enggak akan cukup,” terangnya.

Untuk tu, kata Fahmy, pemerintah perlu meningkatkan cadangan minyak menjadi lebih tinggi ketimbang 21 hari. Untuk pasokan, pemerintah Indonesia tak perlu khawatir, Indonesia bisa memborong minyak atau BBM dari Singapura, atau bahkan AS.

“Masalahnya justru soal harga. Ketika Selat Hormuz ditutup merespons serangan biadab zionis Israel yang didukung AS. Kemudian Aramco dibom kemarin, memicu harga minyak mentah. Nah, minyak di Singapura, AS, Rusia atau negara lain, pasti ikut naik. Itu masalahnya,” terang Fahmy.

Lantaran itu, lanjut dosen UGM itu, berdampak kepada subsidi energi yang sudah ditetapkan dalam APBN 2026. Ketika harga minyak naik maka subsidi energi membengkak. Selain itu, harga barang bakal naik alias memicu inflasi.  

“Kalau misalnya tidak dari negara-negara teluk yang pengirimannya lewat Selat Hormuz. masih ada alternatif. Bahkan Bahlil mengatakan akan beli dari AS. tau pasar spot di Singapura,” ujarnya.