Ilustrasi – Gedung kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (Foto: ANTARA/HO-Waskita Karya/aa).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk dipercaya untuk menggarap pembangunan Sekolah Rakyat (SR) tahap II dengan nilai proyek Rp3,87 triliun. BUMN karya ini kebagian 4 proyek SR di 4 provinsi.
“Kami bersyukur Waskita Karya dapat dilibatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari cita-cita Presiden Prabowo untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Program ini juga menjadi prioritas pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan,” kata Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).
Salah satu proyek SR yang dikerjakan Waskita Karya, berada di Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp1,23 triliun. Pembangunan dilakukan di lima kabupaten, yakni Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru.
Ermy mengatakan, perseroan menargetkan proyek tersebut rampung pada pertengahan 2026. Selain itu, Waskita juga mengerjakan Sekolah Rakyat di Jawa Timur senilai Rp1,16 triliun yang tersebar di Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, serta Kota Surabaya. Seluruh bangunan ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan.
Waskita membangun fasilitas pendidikan lengkap mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dilengkapi asrama siswa dan guru, kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, serta gedung serbaguna.
Ermy mengatakan, seluruh bangunan menggunakan material ramah lingkungan dan menerapkan metode kerja yang memperhatikan keselamatan serta efisiensi, sejalan dengan prinsip konstruksi berkelanjutan dan komitmen ESG.
Proyek SR lainnya yang digarap WSKT, kata dia, berada di Sumatera Selatan dengan nilai kontrak Rp719,5 miliar. Di provinsi tersebut, pembangunan berlokasi di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Empat Lawang.
Sementara di Aceh, Waskita Karya membangun Sekolah Rakyat senilai Rp 757,05 miliar di Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam. Kontrak proyek tersebut ditandatangani pada Desember 2025 di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), Jakarta.
“Sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, Waskita Karya siap terus mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan rakyat, termasuk melalui pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Ermy.
Sebelumnya, Kementerian PU akan melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut Sekolah Rakyat sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun SDM unggul. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” ujar Menteri Dody, Sabtu (10/1/2026).
Pada Tahap II, Sekolah Rakyat dirancang menampung 112.320 siswa melalui 3.744 rombongan belajar, terdiri atas 1.872 rombongan SD, 936 rombongan SMP, dan 936 rombongan SMA. Setiap lokasi memiliki kapasitas 1.080 siswa dengan total 36 rombongan belajar.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II tersebar di berbagai wilayah, meliputi 26 lokasi di Sumatera, 40 lokasi di Jawa, 12 lokasi di Kalimantan, dan 16 lokasi di Sulawesi.












