Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berbincang dengan pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (17/3/2026). (Foto: ANTARA/Luqman Hakim).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Entah sudah berapa kali, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengeluhkan perilaku bankir di Indonesia yang enggan mengguyur kredit ke sektor usaha, terutama untuk membiayai program prioritas pemerintah.
Di sisi lain, Purbaya mengaku APBN masih mampu untuk membiayai seluruh rencana program pemerintah. Hanya saja, terdapat program pembangunan yang perlu mendapat dukungan dari perbankan.
“Nanti kan ada program-program pembangunan yang lain (perlu dukungan perbankan). Nah, selama ini bank-bank malas. Mereka (bankir) sukanya taruh duitnya di bank sentral,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Pernyataan itu menanggapi inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyusun aturan khusus untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah.
Menurut Purbaya, peraturan OJK yang meminta bank menyalurkan kredit ke program pemerintah perlu didorong agar menyasar sektor riil dan pembangunan nasional. Namun, Purbaya mengaku belum membaca draf dari peraturan OJK tersebut.
“Paling penting adalah setiap upaya untuk memastikan bank melakukan fungsi intermediasinya, yakni memberi pinjaman. Itu kan sangat bagus untuk perekonomian nasional,” tegas Purbaya.
Sebagai informasi, OJK berencana mendorong perbankan membiayai sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga pembangunan 3 juta rumah, melalui Rancangan Peraturan OJK (RPOJK).
Berdasarkan data OJK, realisasi kredit lembaga jasa keuangan untuk MBG tercatat sebesar Rp1,21 triliun kepada 1.373 SPPG hingga Januari 2026. Dukungan terhadap program MBG juga dilakukan melalui skema securities crowdfunding yang melibatkan tiga penerbit dan 266 pemodal.
Kemudian, untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, OJK mencatat realisasi kredit mencapai Rp174 triliun. Terakhir, OJK mencatat realisasi kredit untuk program pembangunan 3 juta rumah sebesar Rp1,44 triliun untuk membiayai pembangunan 11.468 unit rumah.
Kredit Bank Tumbuh Kontet
Kegalauan Purbaya sangat masuk akal, karena pertumbuhan kredit perbankan dalam dua bulan awal, hanya satu digit.
Bank Indonesia (BI) melaporkan, pertumbuhan kredit perbankan pada Februari 2026, hanya tumbuh 9,37 persen secara tahunan, atau year on year (yoy). Turun tipis ketimbang Januari 2026 yang mencapai 9,96 persen (yoy).

“Pertumbuhan kredit perbankan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global, dengan ketahanan sektor perbankan yang dinilai kuat dalam menghadapi risiko, termasuk dampak dari perang di Timur Tengah,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Februari 2026, masing-masing tumbuh 20,72 persen (yoy), 3,88 persen (yoy), dan 6,34 persen (yoy).
Sepanjang 2026, BI memperkirakan, pertumbuhan kredit tetap berada di kisaran 8-12 persen. Dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.
“Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat ditingkatkan. Terutama untuk mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan), angkanya masih cukup besar, yaitu Rp2.536,40 triliun, atau 22,86 persen dari plafon kredit yang tersedia,” jelas Perry.
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan dinilai tetap memadai. Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,40 persen dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 13,18 persen (yoy) pada Februari 2026.
“Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tercermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” ujar Perry.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













