Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjawab pertanyaan wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (11/8/2025). (Foto: Antara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelontorkan anggaran hampir Rp4 miliar untuk menyelesaikan persoalan ijazah siswa yang tertahan. Pada tahap pertama tahun 2026, sebanyak 2.026 ijazah dari berbagai jenjang pendidikan akan diserahkan kepada para lulusan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, program ini ditujukan untuk memastikan tidak ada lagi hambatan administratif yang menghalangi masa depan siswa, terutama akibat tunggakan biaya sekolah.
“Pada tahun 2026 tahap pertama akan dibagikan ijazah kepada 2.026 peserta didik, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM,” kata Rano di Balai Kota Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, ijazah memiliki peran penting sebagai kunci untuk membuka akses kerja maupun pendidikan lanjutan. “Sebab bagi orang, selembar ijazah bukan hanya kertas, ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak,” ujarnya.
Program pemutihan ijazah ini dijalankan bersama BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dengan total anggaran sekitar Rp3,95 miliar. Penerima manfaat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk pendidikan nonformal.
Rano menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu membuka kembali kesempatan bagi siswa yang sempat tertunda langkahnya. “Kita ingin mengatakan kepada mereka yang sempat tertunda langkahnya, hari ini pintu itu dibuka kembali. Beban masa lalu kita ringankan, mimpi yang sempat terhenti kita hidupkan kembali,” terang Rano.
Pemprov DKI juga menyiapkan program lanjutan di bidang pendidikan, termasuk perluasan sekolah swasta gratis dan dorongan penyerapan lulusan SMK ke dunia kerja.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









