Purbaya Sebut Bea Cukai tak Jadi Diubarkan Usai Kinerja Membaik

Clara Medium.jpeg

Selasa, 21 Juli 2026 – 20:37 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Foto: Inilah.com/Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bakal tetap dipertahankan. Kebijakan ini diambil seiring perbaikan kinerja internal yang dinilai kian signifikan, hingga mendapat apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya mengungkapkan, pembenahan di tubuh Bea Cukai dilakukan lewat ‘kocok ulang’ personel, mulai dari jajaran pegawai hingga posisi pucuk pimpinan. Langkah terobosan ini mulai membuahkan hasil nyata, baik dari lonjakan penerimaan negara maupun efektivitas pengawasan barang haram.

“Bea Cukai progress-nya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik. Mereka tahu kalau tidak baik, mereka akan dibubarkan,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Penerimaan Naik, Barang Selundupan Anjlok

Purbaya membeberkan, sinyal positif pembenahan tersebut tercermin dari penerimaan Bea Cukai yang tumbuh melebihi 6 persen. Di saat bersamaan, peredaran barang hasil penyelundupan di pasar domestik merosot tajam lantaran gempuran penindakan rokok ilegal yang kian masif.

“Pertumbuhannya sudah mencapai 7 persen –yang saya bilang tadi, 6 persen lebih pertumbuhan penerimaan Bea Cukai-nya. Sekarang kalau kita lihat di pasar, barang selundupan sudah berkurang banyak. Bea Cukai juga aktif melakukan penangkapan peredaran rokok ilegal,” terangnya.

Siasat Buat Penyelundup ‘Kapok’

Guna memberikan efek jera yang kuat, Kemenkeu kini menerapkan strategi baru: melipatgandakan cost atau biaya operasional para pelaku kejahatan. Armada atau kendaraan apa pun yang tertangkap mengangkut barang ilegal bakal langsung ditahan hingga proses pemeriksaan tuntas.

“Sekarang kita ubah aturannya. Setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal, tahan dulu sampai clear betul. Saya tahan betul supaya cost untuk melakukan praktik ilegal itu menjadi mahal,” ujar mantan Kepala LPS tersebut.

Alhasil, puluhan hingga ratusan kendaraan hasil penindakan kini mengeram di kantor-kantor wilayah Bea Cukai di berbagai daerah. Pengawasan ketat juga diberlakukan di pintu-pintu masuk vital seperti pelabuhan dan bandara, termasuk keberhasilan membongkar kasus penyelundupan emas.

Restu Presiden Prabowo dan Amunisi AI

Sederet capaian ini, lanjut Purbaya, berhasil mengubah pandangan Presiden Prabowo Subianto terhadap eksistensi institusi pengawal pintu gerbang negara tersebut.

“Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu beliau bilang bubarkan, sekarang beliau pernah bilang di salah satu rapat kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui pimpinan kita. Jadi kemungkinannya Bea Cukai akan tetap bertahan,” bebernya.

Ke depan, demi memperkuat benteng pengawasan, DJBC bakal menyuntikkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terintegrasi di berbagai titik pabean seluruh Indonesia.

“Untuk di pelabuhan kita terapkan AI yang cukup signifikan. Mungkin seminggu dua minggu lagi saya akan ajak media melihat software AI di lapangan yang digunakan Bea Cukai,” pungkas Purbaya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang