Polda Metro Jaya membongkar praktik perdagangan anak yang menyasar wilayah pedalaman Sumatera. Modusnya dibungkus rapi lewat kedok adopsi ilegal, ditukar dengan sejumlah uang.
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita mengingatkan masyarakat agar tak gampang percaya pada tawaran pengasuhan anak berbayar.
“Kemudian kami di sini mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai adanya modus adopsi ilegal ya, jangan mudah untuk percaya pada penawaran-penawaran pengasuhan anak dengan uang,” kata Rita, Jumat (6/2/3026).
Rita menegaskan, jerat pidana bisa menimpa siapa saja dalam kasus perdagangan orang, termasuk pihak yang mengetahui praktik tersebut tapi memilih diam.
“Kemudian kiranya kami juga memberikan upaya pencegahan ini harus dimulai dari dalam keluarga ya. Kita lihat kita sangat prihatin karena ternyata pelaku utama dari kasus ini adalah ibu kandungnya korban sendiri ya,” jelasnya.
Fakta itu, kata Rita, menunjukkan ancaman terhadap anak bisa datang dari lingkaran terdekat. Karena itu, perlindungan anak tak bisa dibebankan pada satu pihak saja.
“Dan fakta ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap anak dapat terjadi bahkan dari lingkungan terdekat sehingga perlindungan anak menjadi tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.
Polisi juga mengingatkan orang tua agar tidak menyerahkan anak kepada pihak lain tanpa prosedur hukum yang sah, apalagi tergiur imbalan.
“Kemudian tidak tergiur dengan adanya angka, imbalan, terkait dengan penerimaan atau pengasuhan anak secara ilegal,” sebut Rita.
Ia meminta orang tua lebih awas terhadap siapa saja yang berinteraksi dengan anak, sekaligus memastikan dokumen-dokumen penting anak tersimpan aman.
“Dan ajarkan anak untuk mengenali orang asing dan situasi-situasi berbahaya di mana dia harus bisa melakukan upaya untuk menyelamatkan diri,” bebernya.
Pendekatan emosional orang tua juga dinilai krusial ketika anak menjadi korban kekerasan. Kedekatan itu bisa membuka ruang bagi anak untuk bercerita tanpa rasa takut.
“Dan apabila anak hilang kemudian kita dapati informasi tersebut segera laporkan kepada kepolisian terdekat. Kita sudah punya 110 yang luar biasa bisa dimanfaatkan untuk menjadi sarana memberi informasi dan tindakan awal,” pungkasnya.









