Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, Selasa (14/3/2025). (Foto: Kemenkeu/HO-Inilah.com/Clara).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menemui sejumlah investor raksasa Amerika Serikat di New York dan Washington DC guna memastikan arah kebijakan fiskal Indonesia. Pertemuan ini dilakukan untuk mengikis keraguan investor terhadap iklim investasi di tanah air.
Beberapa nama besar yang ditemui antara lain HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, hingga TD Asset Management.
“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” kata Purbaya di Peninsula Hotel New York, Selasa (14/3/2025).
Purbaya mengungkapkan, sebenarnya para investor ini memiliki minat besar untuk berinvestasi. Namun, ia merasa perlu memberikan penjelasan tambahan guna menjamin kepastian makro ekonomi Indonesia.
“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” ucapnya.
Menurut Purbaya, salah satu ganjalan bagi investor adalah adanya isu miring atau noise mengenai kondisi fiskal Indonesia yang disebut-sebut bermasalah. Hal itulah yang ia coba luruskan dalam pertemuan tersebut.
“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” tutur Purbaya.
Ia mengklaim para investor bisa menerima argumen pemerintah karena sejalan dengan logika ekonomi. “Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambahnya.
Purbaya juga menyentil sikap lembaga pemeringkat internasional yang dianggap terlalu cepat memberikan penilaian negatif terhadap Indonesia, meski data ekonomi terbaru belum sepenuhnya terkumpul.
“Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” jelas Purbaya.
Meyakinkan mereka, Purbaya menegaskan, ekonomi Indonesia harus mampu tumbuh sesuai target APBN. Ia mematok angka 5,5 persen pada triwulan I tahun ini sebagai bukti kuat.
“Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” tegas dia.
Ke depan, pemerintah akan fokus pada disiplin eksekusi kebijakan sesuai rencana awal. “Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













