MBG Dongkrak Ekonomi Daerah, Putaran Uang Tembus Rp29 Triliun

Reza Medium.jpeg

Sabtu, 14 Februari 2026 – 02:00 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada wartawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada wartawan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bicara soal isi piring. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut program ini ikut memutar roda ekonomi hingga Rp29 triliun hanya dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Menurut Dadan, uang program yang mengalir ke daerah langsung berputar di masyarakat.

“Kalau kita lihat di proyeksi uang beredar saat ini satu setengah bulan itu kita sudah proyeksikan ada Rp29 triliun uang sudah beredar di masyarakat dan masing-masing ini dimiliki dan menyebar merata di seluruh provinsi,” ujar Dadan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).

Tahun ini, BGN mengelola anggaran Rp268 triliun, ditambah dana cadangan Rp67 triliun. Dari total itu, sekitar 93 persen disalurkan langsung lewat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai provinsi hingga desa.

Setiap SPPG rata-rata menerima hampir Rp1 miliar per bulan. Dana itu dibagi, sekitar 70 persen untuk bahan baku, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen sebagai insentif bagi pihak yang membangun SPPG.

Dadan mencontohkan dampaknya di daerah. Di Aceh terdapat 608 SPPG yang disebut menggerakkan sekitar Rp608 miliar per bulan. Sementara di Jawa Barat dengan 5.295 SPPG, perputaran dana mencapai sekitar Rp5,29 triliun tiap bulan.

Ia juga mengklaim efek MBG menjalar ke sektor lain. Salah satunya penjualan sepeda motor.

“Ternyata dari data AHM (Astra Honda Motor), kita melihat angka penjualan motor mencapai 4,9 juta tahun 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG. Karena saya dapat laporan, di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen beli motor,” ujarnya.

Tak berhenti di roda dua. Menurut Dadan, kebutuhan operasional SPPG ikut mendongkrak permintaan mobil. Setiap unit dapur disebut membutuhkan kendaraan operasional, sehingga bertambahnya SPPG otomatis memicu pembelian kendaraan roda empat.