Imbas Potongan Ojol Jadi 8 Persen, Gojek Setop Skema Langganan Goride Hemat

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Selasa, 19 Mei 2026 – 19:38 WIB

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan terkait penghentian skema langganan GoRide Hemat di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto: Inilah.com/Haris Muda).

Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Hans Patuwo memberikan keterangan terkait penghentian skema langganan GoRide Hemat di Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Foto: Inilah.com/Haris Muda).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan untuk menghentikan program skema langganan GoRide Hemat bagi mitra pengemudi Gojek.

Langkah ini diambil menyusul kebijakan penyesuaian batas maksimum komisi kemitraan menjadi delapan persen, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026.

“Gojek akan menghentikan skema langganan untuk mitra driver. Di bulan November 2025, Gojek mulai uji coba dalam skala terbatas skema langganan GoRide Hemat untuk mitra driver. GoRide Hemat adalah layanan GoRide kita yang kedua, selain GoRide Reguler,” ujar Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, di Kantor GOTO, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Hans menjelaskan perjalanan program ini sebenarnya telah meluas hingga ke tingkat nasional sebelum akhirnya dievaluasi kembali demi keseimbangan ekosistem. Pada Februari 2026, skema ini sempat diperluas ke layanan GoRide Hemat di seluruh Indonesia.

Namun, setelah berjalan tiga bulan, manajemen melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan tersebut perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi.

Ke depannya, layanan GoRide Hemat dipastikan akan mengadopsi regulasi komisi yang sama dengan layanan utama mereka, yakni GoRide Reguler.

“Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler,” kata Hans.

Dampak dari peralihan kebijakan ini dipastikan bakal menyasar langsung kepada para pengguna, terutama dari sisi penyesuaian tarif.

Hans menyebutkan, khusus untuk layanan GoRide Hemat, ke depan akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas.

“Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat. Kami juga memahami sekecil apa pun kenaikan harga bisa dirasa,” tuturnya.

“Namun, kami berharap pelanggan-pelanggan kami juga dapat memahami bahwa penyesuaian ini dengan angka yang cukup moderat bisa langsung bermanfaat untuk pengemudi, dan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi,” lanjut Hans.

Adapun Hans memastikan, skema langganan dan potensi kenaikan tarif ini masih akan terus dikaji. Mengenai kapan pemberlakuan kebijakan baru tersebut, Hans mengatakan GOTO masih menunggu dokumen lengkap Perpres Nomor 27 Tahun 2026 terbit.

“Untuk implementasinya kami akan melakukannya secepat mungkin, akan tetapi juga lagi menunggu instruksi dan juga persiapan dari perpresnya sendiri,” tegas Hans.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang