Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Foto: Antara/Bayu Saputra
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar segar di tengah ketidakpastian global. Perekonomian Indonesia tercatat tumbuh tangguh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian ini melampaui performa periode yang sama tahun lalu yang hanya berada di angka 4,87 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa kekuatan utama pertumbuhan ini bersumber dari geliat aktivitas ekonomi di dalam negeri yang tetap terjaga.
“Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada triwulan I-2026,” ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Nilai PDB dan Kontraksi Musiman
Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat berada di angka Rp3.447,7 triliun.
Meski secara tahunan mencatatkan rapor hijau, secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq) ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV 2025. Fenomena kontraksi di awal tahun ini merupakan pola musiman yang lumrah terjadi di Indonesia pasca-puncak konsumsi akhir tahun.
Melampaui Pertumbuhan Negara Mitra Dagang
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen ini tergolong impresif jika disandingkan dengan kinerja para mitra dagang utama. Di periode yang sama, raksasa ekonomi China tercatat tumbuh 5,0 persen, sementara Amerika Serikat hanya mampu mencatatkan pertumbuhan di level 2,7 persen.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia juga tampil kompetitif. Malaysia membukukan pertumbuhan 5,3 persen, Singapura 4,6 persen, dan Vietnam memimpin dengan 7,8 persen.
Keberhasilan Indonesia menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 persen ini diharapkan mampu memberikan bantalan kuat bagi nilai tukar rupiah dan kepercayaan investor, terutama saat situasi geopolitik di Timur Tengah tengah memanas.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













