Rupiah Tergelincir Seiring Memanasnya Eskalasi di Timur Tengah

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 5 Mei 2026 – 11:34 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke posisi Rp17.405 pada Selasa (5/5/2026) pagi akibat memanasnya konflik militer AS dan Iran di Timur Tengah. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke posisi Rp17.405 pada Selasa (5/5/2026) pagi akibat memanasnya konflik militer AS dan Iran di Timur Tengah. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026) pagi terperosok ke zona merah. Pelemahan mata uang Garuda ini tak lepas dari sentimen negatif yang dipicu oleh memanasnya eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan data perdagangan pagi ini, rupiah bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS, turun dari posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.394 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini sepenuhnya digerakkan oleh faktor geopolitik eksternal.

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ucap Lukman di Jakarta, Selasa.

Bara di Timur Tengah Kian Membesar

Kekhawatiran pasar memuncak menyusul rentetan insiden militer yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Uni Emirat Arab (UEA). Sebuah laporan dari layanan pers pemerintah Emirat Fujairah, yang dilansir Sputnik, menyebutkan adanya kebakaran di salah satu zona minyak akibat serangan drone.

Insiden tersebut memicu spekulasi bahwa UEA telah diserang oleh Iran, meskipun seorang sumber militer senior Iran dengan tegas membantah negaranya merencanakan atau melakukan serangan ke wilayah tersebut.

Di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz semakin mendidih. Militer AS dilaporkan telah menenggelamkan beberapa kapal Iran. Langkah represif ini sejalan dengan pengumuman Presiden AS Donald Trump yang meluncurkan Project Freedom, sebuah operasi militer berskala besar untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di jalur air strategis tersebut.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengerahkan kekuatan penuh sejak Senin (4/5/2026), mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat tempur, armada drone lintas domain, hingga pengerahan 15.000 personel militer.

Sementara itu, dari pihak Teheran, media pemerintah IRIB mengklaim bahwa militer Iran telah melepaskan dua tembakan rudal ke arah sebuah kapal perang AS guna mencegah armada Paman Sam tersebut melintasi perairan mereka.

Tertahan Menanti Data PDB

Meski sentimen global sedang panas, Lukman memproyeksikan koreksi nilai tukar rupiah tidak akan jatuh terlalu dalam. Pelaku pasar di dalam negeri saat ini tengah mengambil posisi wait and see atau menahan diri.

“Pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data PDB Q1 (Produk Domestik Bruto Kuartal I-2026) Indonesia yang akan dirilis siang ini,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan tekanan geopolitik dan sentimen data ekonomi domestik, pergerakan rupiah pada hari ini diprediksi akan berada pada rentang Rp17.350 hingga Rp17.450 per dolar AS.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang