Akademisi lingkungan dari Universitas Indonesia, Tri Edhi Budhi Soesilo. (Foto: Inilah.com).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Akademisi lingkungan dari Universitas Indonesia, Tri Edhi Budhi Soesilo, menilai pengelolaan lingkungan yang dilakukan Perusahaan Tambang Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan keseriusan dan inovasi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Di Obi itu, atau di Harita Nickel itu, yang saya tinjau, Harita Nickel tuh baru salah satu dari sekian banyak yang udah saya tinjau ya, tambang-tambang se-Indonesia yang, Harita Nickel itu dia punya concern sama lingkungan,” kata Edhi dalam Podcast Jurnalisik Inilah.com, dikutip Jumat (30/1/2026).
Edhi menjelaskan, Harita menerapkan inovasi konkret mulai dari pengelolaan air hujan dengan membangun check dam dan kolam penampungan agar limpasan air tidak masuk ke kawasan permukiman warga.
“Dia mengelola air. Ya kan? Kalau hujan, gitu kan, dia bagaimana nih? Dia udah punya check dam, buat penampungan sementara sebelum, karena kalau nggak melimpah ke perkampungan kan?” ucapnya.
Ia juga menyoroti upaya pengendalian erosi di area tambang. Setelah kegiatan penambangan selesai, Harita langsung melakukan reklamasi dengan menanam kembali vegetasi di area bekas galian.
“Habis dia gali itu selesai, dia reklamasi. Dia dikasih lagi apa, tanaman, tanam lagi situ. Namanya reklamasi tuh. Dia lakukan dengan baik,” ucapnya.
Edhi menjelaskan kegiatan tambang dan industri pengolahan membutuhkan air dalam jumlah sangat besar sehingga perusahaan harus memiliki perhitungan daya dukung lingkungan yang matang. Menurutnya, Harita memanfaatkan danau alami di kawasan Obi yang mengandalkan mata air dan curah hujan, dengan perhitungan keseimbangan antara kebutuhan industri dan kebutuhan domestik masyarakat sekitar.
“Harita sudah punya perhitungan itu dan saya kira masih cukup apa, cukup bisa seimbang antara sumber airnya dengan kebutuhannya tuh dalam jangka waktu tertentu,” ucapnya.
Selain pengelolaan air, Harita juga melakukan pemantauan emisi udara secara ketat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan. Emisi udara dari cerobong dipantau secara langsung dan terus-menerus, dengan data yang terhubung ke sistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Betul, betul. Kan sekarang nggak boleh ada mengeluarkan emisi udara yang dulu kan sampai item gitu ya dari smokestack-nya kan, cerobongnya ya. Nah itu langsung dipantau tuh secara real-time ke kantor KLHK,” ucap Edhi.














