Dapat Pasokan LPG dari AS hingga Australia, Bahlil: Sebentar Lagi Kapalnya Masuk

Clara Medium.jpeg

Kamis, 9 April 2026 – 10:26 WIB

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jabar, Rabu (25/3/2026). (Foto: Biro Pers Setpres)

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jabar, Rabu (25/3/2026). (Foto: Biro Pers Setpres)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri tetap aman di tengah eskalasi geopolitik global akibat penutupan Selat Hormuz.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah Indonesia memperoleh pasokan LPG dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat (AS) dan Australia.

Ia pun menegaskan masa sulit terkait pasokan LPG telah terlewati. Saat ini, cadangan nasional berada dalam kondisi cukup aman.

“Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ujar Bahlil usai menghadiri rapat kerja pemerintah di Istana Negara, Jakarta, dikutip Kamis (9/4/2026).

Bahlil menyampaikan tambahan pasokan LPG akan segera tiba dalam waktu dekat. Menurut dia, kapal pengangkut saat ini masih dalam proses komunikasi intensif agar dapat segera masuk ke Indonesia. “Sebentar lagi kapal kita masuk,” katanya.

Ia menekankan pasokan LPG Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz saja, sehingga tidak terdampak langsung oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Indonesia memperoleh pasokan LPG dari berbagai negara mitra. “Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika, dan beberapa negara lain,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyebut pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga melalui diversifikasi sumber pasokan. Untuk minyak mentah, Indonesia sebelumnya masih memperoleh sebagian pasokan dari kawasan Timur Tengah, namun kini telah disiapkan alternatif dari sejumlah negara lain.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika, dan beberapa negara lain,” jelasnya.

Dengan langkah diversifikasi sumber pasokan tersebut, pemerintah optimistis ketahanan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi dinamika global. “Jadi kita Insha Allah, sudah clear,” ucapnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang