Bawa Konsep ‘Semangka’, Solikin M Juhro Ikuti Tes Deputi Gubernur BI di Komisi XI DPR

Clara Medium.jpeg

Jumat, 23 Januari 2026 – 13:26 WIB

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro menjalani fit and propert test nomor urut pertama di Komisi XI DPR, Jakarta, Jumat (23/1/2026). (Foto: TV Parlemen).

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro menjalani fit and propert test nomor urut pertama di Komisi XI DPR, Jakarta, Jumat (23/1/2026). (Foto: TV Parlemen).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M Juhro menjalani fit and propert test nomor urut pertama di Komisi XI DPR, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Kali ini, dia membawa ‘Semangka’. Tentu saja bukan ‘semangka yang sebenarnya. Namun konsep penguatan sinergi kebijakan yang disingkat ‘Semangka’. 

Agar suasana tidak tegang, Solikin yang masih menjabat Asisten Gubernur BI dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial itu, membukanya dengan pantun.

“Jalan-jalan ke Senayan sarapan bihun. Enggak disangka ketemu Isyana Sarasvati. Yang terhormat, ketua dewan Bapak Mukhamad Misbakhun. Izinkan saya serukan gagasan visi misi membangun ekonomi negeri,” kata Solikin disambut senyuman Ketua Komisi XI DPR, M Misbakhun yang memimpin jalannya tes.

Selanjutnya, dia memaparkan kondisi ekonomi dunia yang masih dibayang-bayangi ketidakpastian. Di mana, dinamika ekonomi dan geopolitik global saat ini, bukan lagi sekadar gangguan sementara. Melainkan telah menjadi kenormalan baru (new normal).

Solikin menyebut. kini dunia telah bergeser dari era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous) menuju fase baru yang disebutnya TUNA (Turbulent, Uncertain, Novel, Ambiguous).

Kondisi ini, menandai perubahan volatilitas yang semakin ekstrem, disertai munculnya kebaruan, terutama di era digital. “Kalau dulu, kita mengenal VUCA, sekarang kita sudah masuk TUNA. Volatilitas berubah menjadi turbulence, dan di situ tidak hanya kompleks tapi juga ada kebaruan di era digital dengan ketidakpastian dan kebaruan yang semakin tinggi,” ujar Solikin.

Pria kelahiran Surabaya pada 10 Oktober 1967 itu, mengatakan, kondisi ekonomi global masih diwarnai ketegangan geopolitik yang tak kunjung mereda. Hal itu berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia di level moderat.

Sementara volatilitas di pasar keuangan global, tetap tinggi. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan navigasi kebijakan yang tepat, agar tujuan pembangunan ekonomi nasional tetap berada di jalur yang selaras.

Untuk merespons tantangan global tersebut, Solikin menawarkan visi penguatan sinergi kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi, tangguh, dan inklusif, jika terpilih sebagai Deputi Gubernur BI.

Menurutnya, fokus kebijakan tidak hanya pada menjaga pertumbuhan di tengah tekanan global, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

“Visi ini bukan sekedar menjaga laju pertumbuhan di tengah tekanan global melainkan juga menegaskan bahwa kualitas pertumbuhan adalah kunci arah visi ini sejalan dengan mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran dan juga stabilitas sistem keuangan yang dielaborasi melalui tiga misi yaitu stabilitas yang dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan ekonomi yang inklusif,” jelas dia.

Dalam pemaparannya, Solikin juga mengusulkan delapan strategi kebijakan terintegrasi yang dirangkum dalam kerangka ‘Semangka’. Strategi tersebut mencakup stabilitas makroekonomi dan keuangan, penguatan ekonomi syariah dan pesantren, kebijakan makroprudensial inovatif, akselerasi reformasi struktural, pengendalian harga pangan, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, digitalisasi sistem pembayaran yang andal, serta penguatan sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Jadi kulit hijau ini merepresentasikan tata Kelola yang tertib karena ‘semangka’ itu kulitnya alus dari luar, daging merah melambangkan kesejahteraan rakyat, kuning pun juga sama dan bijinya sebagai keberlanjutan bagi generasi mendatang. Jadi 8 strategis ‘Semangka’ ini dirancang sebagai suatu kebijakan yang terkonsentrasi untuk menopang Astacita pemerintah,” tuturnya.