Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) mengonfirmasi satu warga negaranya positif terinfeksi Hantavirus usai melakukan perjalanan dengan kapal pesiar MV Hondius. Selain satu kasus positif, satu penumpang lainnya dilaporkan mulai menunjukkan gejala ringan.
HHS melalui pernyataan resmi di platform media sosial X, Minggu (10/5/2026), menyatakan bahwa sebanyak 17 warga negara AS yang berada di kapal tersebut tengah dalam proses evakuasi udara menuju tanah air.
Prosedur Ketat Biokontainmen
Langkah ekstra diambil dalam operasi evakuasi ini. Dua penumpang terpaksa ditempatkan di dalam unit biokontainmen khusus di dalam pesawat untuk mencegah risiko penularan selama penerbangan.
Seluruh penumpang dijadwalkan tiba di Regional Emerging Special Pathogen Treatment Center (RESPTC) yang berlokasi di University of Nebraska Medical Center, Omaha. Fasilitas ini dikenal sebagai salah satu pusat penanganan patogen paling canggih di Amerika Serikat.
“Setibanya di fasilitas masing-masing, setiap individu akan menjalani penilaian klinis serta mendapatkan perawatan dan dukungan yang sesuai berdasarkan kondisi mereka,” tulis pernyataan resmi departemen tersebut.
Data Kasus dan Risiko Penularan
Hingga Sabtu (9/5/2026), otoritas kesehatan mencatat telah muncul delapan kasus suspek yang berkaitan dengan wabah di kapal pesiar Belanda tersebut, dengan total tiga kasus kematian.
Wabah ini menjadi perhatian serius lantaran jenis Hantavirus yang merebak diduga memiliki kemampuan menular antarmanusia—sebuah fenomena yang jarang terjadi namun sangat mematikan.
Ancaman Virus yang Mematikan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan bahwa masa inkubasi virus ini berkisar antara satu hingga delapan pekan. Meskipun umumnya disebarkan oleh hewan pengerat melalui kotoran atau air liur, varian tertentu dapat menyebar antarmanusia melalui kontak dekat.
Hantavirus bukan penyakit sembarangan. Tingkat fatalitasnya mencapai lebih dari sepertiga dari jumlah orang yang terinfeksi. Otoritas kini terus memantau ketat sisa penumpang lainnya untuk mengantisipasi munculnya gejala baru dalam jendela masa inkubasi tersebut.













