Arsenal resmi dinobatkan sebagai juara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth di Vitality Stadium, Selasa (19/5) malam. Hasil itu memastikan The Gunners tidak bisa lagi dikejar City pada pekan terakhir musim ini.
Eli Junior Kroupi memberi Bournemouth keunggulan pada menit ke-39. City butuh dua gol untuk membalikkan keadaan, namun Erling Haaland yang menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu sudah terlambat. Gelar pun jatuh ke tangan Arsenal dengan satu laga tersisa.
Usai peluit panjang berbunyi di pesisir selatan Inggris, ribuan suporter Arsenal memadati pub Tollington Arms di sekitar Emirates Stadium untuk merayakan momen yang telah mereka nantikan lebih dari dua dekade. Para pemain Arsenal menyaksikan laga City bersama-sama, sadar trofi sudah menunggu mereka di Selhurst Park, Minggu ini.
Arteta langsung mengirim pesan kepada suporter: “Kita kembali membuat sejarah bersama. Saya tidak bisa lebih bahagia dan lebih bangga untuk semua orang yang terlibat di klub sepak bola ini. Mari nikmati momen ini.”
Dibangun di Atas Pertahanan dan Set Piece
Gelar ini lahir dari musim yang konsisten. Arsenal memimpin klasemen hampir sepanjang musim dan hanya tersendat dua kekalahan dari 10 laga pertama. Meski sempat goyah di musim semi — termasuk kalah 2-1 dari City yang sempat membuka kembali persaingan — mereka bangkit dengan empat kemenangan beruntun sambil memanfaatkan hasil imbang 3-3 City di Everton.
The Gunners hanya kebobolan 26 gol dari 37 laga dengan 19 clean sheet, serta mencetak 18 gol dari sepak pojok — rekor terbanyak dalam sejarah era Premier League.
Arteta Cetak Sejarah, Arsenal Bidik Treble
Arteta menjadi mantan pemain Premier League pertama yang memenangkan gelar sebagai manajer, mengakhiri tiga musim beruntun sebagai runner-up. Ini gelar Liga Inggris ke-14 bagi Arsenal — menempatkan mereka di urutan ketiga di bawah Liverpool dan Manchester United.
Musim belum selesai. Arsenal juga melangkah ke final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei — turnamen yang belum pernah sekalipun mereka juarai. Jika berhasil, ini akan menjadi musim paling bersejarah dalam 144 tahun eksistensi klub.










