IDAI Wanti-wanti Heatstroke pada Anak saat El Nino, Bisa Ancam Nyawa

Reyhaanah Medium.jpeg

Rabu, 20 Mei 2026 – 05:34 WIB

Ilustrasi. Ilmuwan prediksi El Nino

Ilustrasi. Ilmuwan prediksi El Nino “super” landa Bumi akhir 2026, jadikan tahun ini terpanas kedua dalam sejarah. (Foto: Flux AI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Darmawan Budi Setyanto mengingatkan orang tua agar lebih waspada terhadap risiko dehidrasi dan heatstroke pada anak di tengah cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino.

Menurut Darmawan, anak-anak lebih rentan kehilangan cairan dibandingkan orang dewasa. Kondisi itu membuat dampak dehidrasi pada anak bisa berkembang lebih cepat dan berbahaya bila terlambat ditangani.

“Dehidrasi dan heatstroke pada anak itu lebih berbahaya. Anak kehilangan cairan tiga kali lebih cepat per kilogram berat badan dibandingkan orang dewasa. Pada suhu ekstrem El Nino, risiko kondisi mengancam jiwa meningkat drastis,” kata Darmawan dalam webinar IDAI yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan dehidrasi pada anak terbagi dalam tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Pada tahap ringan, anak biasanya mengalami mulut kering, rasa haus, urine berwarna pekat, hingga tampak rewel atau tidak nyaman.

Kondisi tersebut umumnya masih bisa ditangani di rumah dengan memperbanyak asupan cairan.

Namun, pada dehidrasi tingkat sedang, gejala yang muncul mulai lebih serius, seperti mata cekung, kulit kehilangan elastisitas, tubuh lemas, hingga menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Dalam kondisi itu, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan.

“Dehidrasi berat ditandai anak tidak responsif, nadi lemah atau cepat, akral dingin, dan mata sangat cekung. Ini harus segera ke UGD karena darurat,” ujar Darmawan.

Selain dehidrasi, IDAI juga menyoroti ancaman heatstroke pada anak saat suhu udara meningkat ekstrem. Darmawan mengatakan heatstroke ditandai suhu tubuh yang meningkat cepat hingga di atas 40 derajat Celsius, disertai napas cepat dan dangkal.

Ia menjelaskan kondisi tubuh yang panas tetapi tidak berkeringat menjadi tanda sistem pendinginan tubuh tidak bekerja normal.

Menurutnya, panas yang terjebak di dalam tubuh dapat memicu gangguan serius pada organ vital, termasuk otak.

“Pada gilirannya bisa menyebabkan gangguan fungsi otak sehingga terjadi kejang atau kehilangan kesadaran,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang