Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai pelantikan delapan pejabat baru Ditjen Pajak di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: Antara/Rizka Khaerunnisa)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan kepada DPR RI terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Mengutip data Bloomberg pada Rabu (13/6/2026), rupiah semakin melemah di level Rp17.538 per USD.
“(Kalau dipanggil) Iya kita siap,” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (13/6/2026).
Purbaya menjelaskan, stabilitas nilai tukar rupiah sebenarnya menjadi kewenangan dari Bank Indonesia. Namun, jika dirinya diminta untuk memberikan penjelasan, Bendahara Negara itu siap pasang badan.
“Tapi saya siap. Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa. Karena tugas bank sentral hanya satu menurut undang-undang kan, menjaga stabilitas nilai. Bukan yang lain,” jelas dia.
Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah dan Bank Indonesia segera mengantisipasi dampak pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dia mengingatkan tekanan global tidak boleh sampai membuat perekonomian Indonesia terpuruk, terutama terhadap sektor riil, UMKM, dan stabilitas fiskal nasional.
“Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujar Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Puan menegaskan langkah antisipasi perlu dilakukan sejak awal, termasuk melalui koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya nanti akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













