RI Bakal Jadi Negeri Kaya Gas, SKK Migas: Danantara Berpeluang Biayai Proyek Blok Masela

Iwan Medium.jpeg

Senin, 16 Maret 2026 – 20:29 WIB

Masela Block (www.energy-pedia.com)

Masela Block (www.energy-pedia.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Indonesia adalah negeri gemah ripah lohjinawi, punya kekayaan alam yang tumpah ruah. Termasuk gas yang terkandung di Blok Masela, cadangannya mencapai 18,4 triliun kaki kubik (TCF). Kalau dirupiahkan setara Rp352 triliun.

Sayangnya, proyek ini tak kunjung digarap raksasa minyak dan gas bumi (migas) asal Jepang, Inpex Corporation. Tapi jangan khawatir, BPI Danantara kepincut untuk membiayai proyek lapangan gas abadi yang letaknya di Laut Arafura, Provinsi Maluku.

Tak sedang bercanda, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto menyebut Danantara berpotensi mendanai proyek Abadi Masela.

Saat ini, kata dia, persiapan proses Final Investment Decision (FID) masih terus berlangsung dengan proses pencarian buyer atau pembeli gas. Ketika sudah dipastikan pembelinya, maka pembahasan FID akan dimulai. Termasuk menyusun sistem pendanaan yang kemungkinan besar melibatkan Danantara.

“Kami telah memberi deadline kepada para pihak  harus sudah memutuskan kesepakatan harga paling telat bulan depan, kemudian saat acara IPA pada bulan Mei 2026 dapat ditandatangani HOA/GSA,” ungkap Djoko, dikutip Senin (16/3/2026).

Setelah HOA/GSA diteken, lanjut Djoko, proses selanjutnya adalah negosiasi dengan pihak finansial institution, untuk membiaya proyek gas Masela. Sehingga, FID bisa ditandatangani pada Desember 2026.

Dia mengatakan, opsi untuk melibatkan Danantara merupakan bentuk kepastian dari kelanjutan proyek Masela. “Apabila pihak finansial institution lambat mengambil keputusan maka pihak Danantara dapat membiayainya, agar tidak ada lagi alasan untuk menunda nunda ini proyek ini,” tegas Djoko.

Saat ini, kata dia, negosiasi penjualan LNG dari Blok Masela semakin mengerucut. Dari puluhan calon pembeli global, tersisa 5 perusahaan pemain kelas dunia. Negosiasinya berlangsung panjang dan melibatkan berbagai calon pembeli dari sejumlah negara.

Negosiasi lanjutan penjualan LNG Masela ke international buyer dari 66 calon buyer mengerucut jadi 40, kemudian 9 buyer dan terakhir tinggal 5 buyer. “Kelima calon pembeli tersebut adalah Osaka Gas, Kyushu Electric Power, Shell trading, bp Trading, serta Chevron Trading,” ujar Djoko.

Dia, proses negosiasi terakhir dilakukan di kantor BP dan Shell di Singapura, serta di Tokyo, Jepang. Dalam negosiasi, tim teknis dari Inpex Corporation, Petronas, dan Pertamina, bersama para calon pembeli membahas sejumlah ketentuan utama atau key terms kontrak LNG.

Bahlil Paksa Inpex Segera Garap Masela

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mendorong Inpex Corporation mempercepat eksekusi proyek Lapangan Abadi Blok Masela. Pemerintah berharap, proyek senilai US$20 miliar atau setara Rp339,4 triliun (kurs Rp16.970/US$) segera memasuki tahap keputusan investasi akhir. Saat omo, progres pengembangan blok migas itu, mencapai 25 persen.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/YU).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A/YU).

Bahlil mendesak Inpex segera memajukan tahap Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal kedua atau selambatnya kuartal III-2026 agar tender Engineering Procurement Construction (EPC) bisa berjalan secara paralel.

“Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC,” ungkap Bahlil saat bertemu dengan CEO Inpex di Tokyo, Jepang, dikutip Senin (16/3/2026).

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Bahlil memberikan solusi terkait kepastian penyerapan produksi gas alam cair (LNG) dari Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 juta ton per tahun (MTPA). Diharapkan, BPI Danantara membeli pasokan gas Masela untuk program hilirisasi, jika Inpex belum mendapatkan pembeli serius hingga akhir April 2026.

“Supaya ada kepastian buyer. Saya menghargai buyer luar negeri, tapi pada saatnya sekarang negara Indonesia harus hadir, untuk bersama-sama dengan Inpex dalam rangka memastikan operasi. Jadi kami saja yang membeli,” tegasnya.

Sementara, CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menyambut baik dorongan dari pemerintah Indonesia. Dia memastikan, seluruh manajemen Inpex memiliki komitmen yang kuat untuk segera merealisasikan proyek yang telah lama dinantikan tersebut.

“Terima kasih banyak, Pak Menteri, untuk kemurahan hati dan komitmennya untuk mendukung proyek ini. Karena ini bukan hanya isu buat saya pribadi, tapi kami segera jajaran Inpex memiliki komitmen juga untuk mempercepat realisasi Abadi ini, termasuk ini saya sudah 12 tahun mengerjakan Abadi,” ungkap Ueda.

Menurutnya, diskusi langsung dengan Pemerintah Indonesia memberikan dorongan moral yang besar bagi perusahaan. Pihaknya mengaku semakin termotivasi untuk segera menuntaskan pengembangan dan pembangunan infrastruktur blok migas tersebut.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang