Radio Inggris Salah Umumkan Raja Charles III Meninggal, Akhirnya Minta Maaf

Ikhsan Medium.jpeg

Jumat, 22 Mei 2026 – 23:24 WIB

Raja Charles III dan Ratu Camilla memainkan alat musik tradisional Irlandia sambil menyaksikan para penari di Belfast, Irlandia Utara, pada Selasa (19/5/2026), saat Raja Inggris itu diwartakan mangkat oleh sebuah radio yang bermarkas di Essex. (Foto: Getty Images/Toby Melville)

Raja Charles III dan Ratu Camilla memainkan alat musik tradisional Irlandia sambil menyaksikan para penari di Belfast, Irlandia Utara, pada Selasa (19/5/2026), saat Raja Inggris itu diwartakan mangkat oleh sebuah radio yang bermarkas di Essex. (Foto: Getty Images/Toby Melville)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Publik Inggris sempat dikejutkan oleh siaran dari stasiun Radio Caroline yang bermarkas di Essex, Inggris. Stasiun radio tersebut tidak sengaja mengumumkan bahwa Raja Inggris, Charles III, telah meninggal pada Selasa (19/5/2026) sore waktu setempat.

Pihak manajemen radio langsung bergerak cepat menyampaikan permohonan maaf resmi kepada pihak Istana dan para pendengar. Mereka mengonfirmasi bahwa siaran tersebut murni terjadi akibat adanya gangguan teknis parah pada sistem digital di studio utama mereka.

Prosedur Kematian Raja Mendadak Aktif

Manajer Stasiun Radio Caroline, Peter Moore, menjelaskan bahwa komputer di studio utama secara keliru memicu dokumen darurat yang bersifat rahasia. Perlu diketahui, seluruh stasiun penyiaran di Inggris memang diwajibkan mengantongi draf skrip prosedur kematian raja untuk mengantisipasi situasi darurat yang sebenarnya.

“Karena kesalahan komputer di studio utama kami, prosedur kematian raja, yang disiapkan semua stasiun di Inggris dengan harapan tak perlu digunakan, secara tak sengaja diaktifkan pada Selasa sore, dan secara keliru mengumumkan bahwa Yang Mulia Raja telah meninggal dunia,” kata Peter Moore, dikutip dari Sky News, Jumat (22/5/2026).

Usai menyadari kesalahan fatal tersebut, pemancar Radio Caroline sempat terdiam beberapa saat (dead air) demi memotong transmisi otomatis itu. Setelah situasi kondusif, penyiar langsung melanjutkan siaran normal dan melayangkan permohonan maaf secara langsung di udara.

“Kami memohon maaf kepada Yang Mulia Raja dan kepada para pendengar kami atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” sambung Moore.

Sang Raja Sedang Asyik Menyesap Wiski di Irlandia Utara

Saat berita hoaks tersebut tidak sengaja mengudara, Raja Charles III bersama Ratu Camilla justru diketahui sedang dalam kondisi sehat walafiat. Pasangan kerajaan tersebut tengah menjalani agenda kunjungan kerja resmi selama tiga hari di Irlandia Utara.

Alih-alih berada dalam situasi kritis, Raja Charles III terpantau sedang menikmati rangkaian acara kebudayaan. Agenda mereka di Irlandia Utara di antaranya menghadiri pertunjukan grup musik rakyat, mengunjungi Kota Newcastle untuk menyapa warga lokal, hingga menyesap wiski Irlandia di Titanic Quarter, Belfast.

Tiga Tahun Memimpin Takhta Inggris

Insiden salah siar ini menjadi perhatian mengingat sensitivitas informasi seputar kesehatan kepala negara Inggris tersebut. Raja Charles III sendiri resmi naik takhta dan dinobatkan di Westminster Abbey, London, pada Mei 2023 lalu.

Ia memimpin Kerajaan Britania Raya untuk menggantikan sang ibu, Ratu Elizabeth II, yang wafat pada September 2022 setelah memegang takhta terlama dalam sejarah monarki Inggris.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang