Purbaya Sebut Kehadiran Thomas Djiwandono di BI tak Bisa Intervesi Kebijakan Bank Sentral

Clara Medium.jpeg

Selasa, 20 Januari 2026 – 17:00 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat sedang mampir ke sebuah warung di Kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat sedang mampir ke sebuah warung di Kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).(Foto: inilah.com/Clara Anna Scholastica)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait kekhawatiran independensi Bank Indonesia (BI), jika Thomas Djiwandono yang bakal menggantikan posisi Juda Agung sebagai Deputi Gubernur BI.

Pasalnya, Thomas Djiwandono diketahui merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. Dia juga digadang-gadang masih tercatat sebagai kader Partai Gerindra.

“Tapi kan dewan Gubernur kan bukan satu orang. Ada tujuh. Enggak bisa satu orang mempengaruhi semuanya jadi harus diskusi antar mereka aja. Dugaan saya akan selalu kompromi, itu musyawarsh mufakat,” ujar Purbaya kepada wartawan, di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dia memastikan Thomas sudah mundur sebagai kader Partai saat fit and proper test yang akan digelar bersama Komisi XI DPR RI. Hal itu sesuai dengan UU P2SK tahun 2023 yang melarang calon terafiliasi oleh partai.

“Pasti dia mundur kan nanti kan. Saya pikir saat fit and proper test dia sudah mundur,” kata dia.

“Satu mempengaruhi tujuh enggak? Gak bisa kan? Seandainya Gerindra pun, itu kan pasti akan debat, akan diskusi nanti kalau ke pepet voting, Gubernur kan punya hak veto loh,” jelas dia.

Lebih lanjut, terkait kekhawatiran ekonom yang heran soal isu pertukaran jabatan antara Deputi Gubernur BI dan Wamenkeu, Purbaya tak ambil pusing. Dia yakin jika ponakan Presiden Prabowo itu terpilih sebagai Deputi Gubernur BI, Tommy panggilan akrabnya, bisa menjaga independensi bank sentral.

“Dia iri mungkin harusnya dia yang ke BI, ekonomnya. Saya ingin gini, kebijakan fiskal dan moneter kalau arahnya ke sana, pak Tommy kan pasti lebih independen, arahnya lebih bebas. Dia enggak akan ke Gerindra lagi. Kalau dugaan saya atau di Gerindra pun di belakang,” tutur dia.