Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Denpasar, Bali, Jumat (5/12/2025). (Foto: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut adanya importir pakaian bekas (thrifting) yang membuat keributan, usai dikeluarkannya aturan pelarangan thrifting. Mereka ternyata tak pernah bayar pajak.
Kata Purbaya, fakta tersebut terungkap usai pihaknya melakukan penelusuran dari aspek kepatuhan perpajakan dari orang-orang yang protes lewat media sosial (medsos) terkait pelarangan thrifting.
“Yang ribut-ribut di medsos tentang balpres, kami dapat namanya. Kemudian, kami investigasi, pajaknya seperti apa. Ternyata banyak dari mereka yang enggak bayar pajak. Saya datangi orangnya ke sana untuk suruh bayar pajak,” ujar Purbaya saat rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, jika orang-orang tersebut ingin menentang kebijakannya, mengenai larangan balpres, seharusnya bersih dari tunggakan pajak. “Jadi ini harus fair, kalau mereka nyerang ya harus bersih, kalau mereka nyerang untuk menutupi kejahatannya saya hajar dari pajak, itu ternyata saya boleh main di pajak, memang gak bayar pajak,” kata dia.
Purbaya mengungkapkan, berdasarkan hasil penelusurannya tersebut mereka yang protes rupanya selama lima tahun terakhir setoran pajaknya nol rupiah dalam surat pemberitahuan tahunan (SPT), padahal punya gudang yang besar.
“SPT nya nol, nol, nol selama lima tahun berturut-turut berarti enggak bayar pajak, ada yang selalu nihil padahal punya gudang banyak sekali, jadi jangan main-main lagi dengan pemerintah, kita serius,” tegas dia.














