Prabowo Ingin Indonesia Setop Impor Energi Tujuh Tahun Lagi

Vonita Medium.jpeg

Selasa, 13 Januari 2026 – 01:05 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto ketika meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto ketika meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).(Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pemerintah tidak lagi mengimpor bahan bakar energi dalam lima hingga tujuh tahun lagi. Menurutnya, ini merupakan tujuan pemerintah dalam swasembada energi.

Hal ini diungkapkan Prabowo ketika meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026).

“Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam 5 tahun kita bisa mencapai ini, tapi tidak ada masalah kalau tidak 5 tahun, tahun ke-6, kalau tidak tahun ke-6, tahun ke-7. Yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat,” kata Prabowo.

Prabowo pun kembali mengungkit kekayaan sumber daya alam Indonesia. Ia menyebut negara ini memiliki sumber-sumber energi yang sangat besar di antaranya cadangan batubara di Tanah Air merupakan salah satu yang terbesar di dunia.

“Dari kelapa sawit kita bisa hasilkan solar, diesel, biodiesel. Dari batu bara kita bisa hasilkan gas, kita juga bisa hasilkan bensin, kita bisa hasilkan produk-produk energi lainnya. Kita bisa produksi DME yang merupakan bisa menggantikan impor LPG kita dari luar,” ujarnya.

Selain itu, Prabowo juga menyinggung keberadaan geothermal Indonesia yang menjadi terbesar di dunia dan energi dari air. Namun, kekayaan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita juga punya geothermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Juga kemampuan kita di energi dari air,” ucapnya.

Prabowo pun menilai jika potensi tenaga surya di Indonesia dikembangkan, maka Indonesia dapat menghasilkan energi sendiri. Sehingga, pemerintah tidak perlu lagi impor energi dari negara lain.

“Ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel, kita akan elektrifikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri,” jelasnya.