PBB: Jalur Gaza Jadi Neraka Paling Mematikan bagi Jurnalis

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 4 Mei 2026 – 17:21 WIB

PBB menetapkan Jalur Gaza sebagai tempat paling mematikan bagi jurnalis di dunia. (Foto: Al Jazeera/Getty Images)

PBB menetapkan Jalur Gaza sebagai tempat paling mematikan bagi jurnalis di dunia. (Foto: Al Jazeera/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengeluarkan pernyataan tegas terkait krisis di Palestina. Secara resmi, PBB menetapkan Jalur Gaza sebagai tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis dan pekerja media.

Pernyataan keras ini disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Kebebasan Pers Dunia. Melalui unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), badan HAM PBB tersebut mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan pembantaian, bukan lagi sekadar mengobral kecaman dan solidaritas.

Jebakan Maut Pekerja Media

Kepala HAM PBB, Volker Türk, melontarkan kritik tajam terhadap agresi militer Zionis Israel yang tak kunjung usai. Ia menyebut peperangan di wilayah kantong Palestina tersebut telah berubah wujud menjadi “jebakan maut” yang mengerikan bagi awak media.

Fakta di lapangan menunjukkan angka yang memprihatinkan. Berdasarkan data yang telah diverifikasi oleh OHCHR, hampir 300 jurnalis gugur saat menjalankan tugas jurnalistiknya sejak Israel melancarkan agresi besar-besaran ke Gaza pada Oktober 2023 silam.

Lebih lanjut, Türk membeberkan bahwa selain korban jiwa yang luar biasa tinggi, sejumlah besar jurnalis lainnya juga menderita luka parah saat mempertaruhkan nyawa demi meliput realitas perang di garis depan.

Tuntutan Akses Independen dan Pertanggungjawaban

Menghadapi situasi darurat ini, PBB secara lantang menekankan pentingnya akuntabilitas. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas atas setiap serangan mematikan yang menargetkan para penyampai kebenaran.

OHCHR menuntut jaminan perlindungan mutlak bagi seluruh jurnalis yang masih bertahan di zona konflik. Selain itu, badan dunia tersebut juga mendesak agar media internasional segera diberikan akses yang independen dan aman untuk masuk ke Jalur Gaza agar krisis kemanusiaan ini dapat terus disuarakan tanpa dibungkam oleh moncong senjata.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang