Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). (Foto: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, merespons kenaikan harga plastik yang mengguncang pelaku usaha, khususnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). Jika dibiarkan, kenaikan harga plastik berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menaker Yassierli mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk mengantisipasi ancaman PHK bagi pekerja.
“Antisipasi kan kita tetap saya sampaikan, antisipasi itu sifatnya kan kita lintas kementerian. Dan di sinilah kalau ada isu-isu dipimpin oleh kementerian Kemenko Perekonomian di situ kemudian kita bahas semua sama-sama,” ujar Menaker Yassierli di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4/2026).
“Dan itu kan tidak hanya kementerian Kemenaker, ada kementerian perindustrian, ada kementerian perdagangan dan kementerian yang lain itu dan semua itu sifatnya kan harus kita jawab secara komprehensif,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui kenaikan harga plastik dipicu oleh naiknya harga minyak dunia akibat gejolak di Timur Tengah.
“Seluruh produk petrokimia yang berbasis minyak, pasti naik,” kata Menko Airlangga.
Sebelumnya, Ketua Bidang Infokom Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP Ikappi), Reynaldi Sarijowan, menegaskan kenaikan harga plastik sangat membebani pedagang di pasar tradisional. Kenaikannya pun sangat tidak wajar, yakni di kisaran 50–150 persen.
“Kami pantau sudah cukup lama. Saat memasuki bulan suci Ramadan, harga plastik mulai naik. Puncaknya sekarang, kenaikannya minimal 50 persen,” kata Reynaldi di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Ia mencatat harga plastik kresek yang sebelumnya sekitar Rp10.000 kini melonjak menjadi Rp15.000 per kemasan. Sementara jenis lain naik dari Rp20.000 menjadi Rp25.000.
“Ini risiko jika kita masih bergantung pada impor. Dampak perang di Timur Tengah berimplikasi serius ke dalam negeri, sehingga kenaikan harga terus terjadi. Kami lihat kenaikannya sangat signifikan,” imbuhnya.
Di Bengkulu, harga hampir seluruh jenis plastik bahkan melonjak hingga 150 persen, dari sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram menjadi Rp60.000 per kilogram.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













