Stargazer Cartenz hadir dengan fitur Smart Cruise Control (SCC), jadi solusi aman dan nyaman hadapi kemacetan liburan Nataru 2025/2026. (Foto: Dok. HMID)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dipastikan menjadi periode tersibuk di jalan raya. Perkiraan Jasa Marga menunjukkan lonjakan luar biasa: lebih dari 3,06 juta kendaraan diproyeksikan keluar dari Jakarta sepanjang 18 November 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini 17,6 persen lebih tinggi dari kondisi normal, menegaskan bahwa kemacetan parah, terutama dengan pola stop and go, adalah tantangan utama yang harus dihadapi keluarga Indonesia.
Kondisi lalu lintas yang bergerak lambat dan tersendat inilah yang paling cepat memicu kelelahan pada pengemudi. Gerakan kaki yang berulang antara pedal gas dan rem, ditambah tuntutan fokus menjaga jarak, secara drastis menurunkan kewaspadaan. Di tengah situasi yang menuntut ketahanan fisik dan mental ini, teknologi Smart Cruise Control (SCC) with Stop & Go yang disematkan pada Hyundai Stargazer Cartenz hadir sebagai solusi mutakhir.
Fitur SCC ini mengambil alih tugas berat pengemudi, memungkinkan perjalanan keluarga tetap nyaman, aman, dan terkendali, bahkan di tengah kepadatan parah libur akhir tahun.
Komitmen Hyundai Menjaga Daya Saing MPV
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Fransiscus Soerjopranoto, menegaskan bahwa Stargazer Cartenz bukan hanya sekadar penyempurnaan model lama. Ini adalah janji Hyundai untuk membawa solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Melalui Stargazer Cartenz, kami ingin membawa warisan kesuksesan Hyundai Stargazer ke tingkat yang lebih tinggi. Pembaruan ini tidak hanya menyempurnakan model sebelumnya, tetapi juga memperkuat daya saing Hyundai di segmen MPV,” ujar Soerjopranoto.
Ia menambahkan bahwa Cartenz adalah bentuk nyata komitmen Hyundai dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.

SCC: Mekanisme Otomatis Penangkal Kelelahan
Lantas, bagaimana SCC Cartenz dapat meredakan stres di tengah kemacetan Nataru? Jawabannya terletak pada sensor radar cerdas di bagian depan mobil.
Sensor ini secara konstan memonitor pergerakan kendaraan di depan, dan secara otomatis melakukan penyesuaian laju. Ketika mobil di depan melambat, sistem akan menurunkan kecepatan, mengerem, bahkan hingga berhenti total tanpa campur tangan pengemudi. Yang lebih canggih, fitur Stop & Go memungkinkan mobil kembali melaju otomatis saat arus lalu lintas kembali bergerak.
Mekanisme ini menghilangkan kebutuhan untuk terus-menerus menginjak pedal gas atau rem, mengurangi beban fisik dan mental pengemudi hingga ke titik minimal. Pengemudi cukup mengaktifkan mode SCC dengan menekan tombol Cruise Control pada setir dan menggeser tuas kontrol ke posisi SET. Setelah itu, biarkan mobil beradaptasi secara otomatis dengan irama kemacetan.
Kabin Luas dan SmartSense: Kenyamanan Holistik
Kelebihan Stargazer Cartenz tidak berhenti pada SCC. Mobil ini dirancang sebagai MPV ideal untuk perjalanan jauh keluarga. Dibekali wheelbase terpanjang di kelasnya (2.780mm), Cartenz menjamin leg room yang sangat lega bagi penumpang baris kedua dan ketiga. Opsi captain seats juga tersedia untuk kenyamanan ekstra dan ruang gerak yang lebih personal.
Untuk menunjang keamanan dan modernitas, Cartenz dilengkapi teknologi Hyundai SmartSense, yaitu Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang proaktif menjaga keselamatan. Fitur ini didukung dengan fitur modern seperti:
- Hyundai Bluelink: Memungkinkan pengaturan suhu AC sebelum masuk kabin.
- Built-in Navigation: Membantu mencari rute tercepat di tengah padatnya arus liburan.
- Smartphone Connectivity: Akses hiburan dan komunikasi seamless via Android Auto dan Apple CarPlay.
- Drive Mode Select: Penyesuaian gaya berkendara sesuai kebutuhan (Normal, Eco, Sport, Smart).
Dengan perpaduan Smart Cruise Control yang cerdas dan dukungan kenyamanan interior yang menyeluruh, Stargazer Cartenz menjadi solusi MPV yang sangat relevan dan aman bagi keluarga Indonesia yang siap menghadapi tantangan perjalanan panjang di periode Nataru yang penuh kemacetan.














