Honda digugat di AS akibat sensor kamera Honda Sensing sering eror. (Foto: honda.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Raksasa otomotif Jepang, Honda, kembali harus berhadapan dengan meja hijau di Amerika Serikat (AS). Kali ini, gelombang gugatan hukum datang dari para pemilik mobil yang mengeluhkan gangguan pada sistem keselamatan canggih unggulan mereka, Honda Sensing.
Melansir Carscoops, Jumat (4/9/2026), gugatan yang dilayangkan oleh konsumen di Negara Bagian Virginia tersebut menuding Honda sebenarnya sudah lama mengetahui adanya potensi masalah pada sensor kamera depan, namun memilih tutup mata dan tak mengambil tindakan perbaikan nyata.
Kamera Sering Malfungsi, Biaya Perbaikan Tembus Rp53 Juta
Sistem Honda Sensing sejatinya dirancang sebagai garda depan keselamatan berkendara. Kamera canggih yang terpasang di balik kaca depan bertugas memindai bahaya di jalan, menjaga posisi mobil tetap berada di lajurnya, serta menekan risiko benturan.
Namun dalam praktiknya, sistem tersebut diduga kerap mengalami malfungsi mendadak hingga memicu bertubi-tubi pesan peringatan palsu di layar instrumen. Pada kasus yang lebih parah, sistem keselamatan ini bahkan bisa mati total.
Salah seorang penggugat yang memboyong Honda Clarity rakitan 2019 menceritakan pengalaman pahitnya. Sejak Desember tahun lalu, layar instrumen mobilnya mendadak ‘diserbu’ pesan peringatan galat dari sistem Honda Sensing.
Ketika membawanya ke bengkel resmi, ia dibuat terperanjat oleh estimasi biaya perbaikan kamera dan sistem keselamatan yang membengkak hingga hampir US$3.000 atau setara Rp53,3 juta. Ironisnya, pihak bengkel tak bisa memberi jaminan bahwa masalah serupa tidak bakal terulang di kemudian hari.
Menjangkiti Banyak Model, Kasus Hukum Kian Menumpuk
Masalah ini ternyata tidak cuma menimpa satu tipe kendaraan saja. Gugatan yang terdaftar di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California tersebut menyeret sederet model populer besutan Honda.
Beberapa lini kendaraan yang disinyalir mengusung cacat produksi serupa antara lain Honda Odyssey (keluaran 2018–2025), Honda Pilot (2018–2025), Honda Civic (2022–2025), Honda HR-V (2018–2025), hingga Honda Clarity.
Gugatan anyar ini kian memperpanjang daftar masalah hukum bagi sang pabrikan. Pasalnya, kurang dari dua bulan lalu, kelompok konsumen lain juga telah melayangkan gugatan kelompok (class action) atas persoalan yang mirip.
Dalam gugatan kelompok terdahulu, lima perwakilan pemilik mobil mengeluhkan gangguan pada sistem penahan rem (brake hold), kontrol jelajah adaptif (adaptive cruise control), hingga sistem mitigasi keluar lajur (lane departure mitigation). Hingga kini, pihak Honda belum memberikan tanggapan resmi terkait rentetan tuntutan hukum yang melilit mereka.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













