Sebanyak 24 mahasiswa yang menjadi finalis 10th IndonesiaNEXT 2026 mempresentasikan inovasi berbasis artificial intelligence (AI) dalam IndonesiaNEXT Summit 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Para finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan dibagi menjadi delapan tim. Setiap tim beranggotakan tiga mahasiswa dengan peran berbeda, yakni hacker, hipster, dan hustler.
GM Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso mengatakan komposisi lintas kampus sengaja dibuat agar peserta terbiasa berkolaborasi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.
“Mereka kita blend dari kampus yang berbeda. Harapannya supaya mereka keluar dari zona nyamannya dan bisa berinteraksi dengan orang-orang baru,” kata Andry.
Delapan Inovasi Berbasis AI
Delapan tim tersebut membawa solusi untuk berbagai persoalan. Tim Calmora mengembangkan aplikasi mobile dengan teknik grounding dan pendamping AI untuk membantu generasi muda menghadapi kecemasan.
Scenaria menghadirkan platform simulasi berbasis AI untuk melatih tenaga sales menghadapi berbagai karakter pelanggan.
Sementara Pangande mengembangkan aplikasi berbagi pangan berbasis lokasi yang mempertemukan pemilik makanan berlebih dengan masyarakat yang membutuhkan untuk mengurangi food waste.
Tim Miralogy mengembangkan teknologi beauty-tech yang menerjemahkan referensi riasan menjadi panduan sesuai kontur wajah pengguna. Ada pula Nera yang membuat aplikasi AI Mind Coach untuk membantu mahasiswa melakukan refleksi dan menghadapi overthinking.
ReBrew membawa konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah ampas kopi melalui jaringan micro-hub. SpeakUp mengembangkan aplikasi latihan public speaking dengan AI Feedback dan Voice Analytics.
Sementara Prima Linc mengembangkan platform agri-tech dan aquaculture berbasis AI untuk membantu petambak udang vaname mengoptimalkan pemberian pakan dan pengelolaan kualitas air.
Tak Sekadar Sertifikasi
Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Gumilar Henda Nugraha Ali mengatakan IndonesiaNEXT kini tidak lagi hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi juga pengembangan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri.
“Memang kita tidak ingin ada gap antara teori dan praktik di lapangan,” ujar Gumilar.
Para finalis juga memperoleh sertifikasi yang lebih spesifik sesuai peran masing-masing serta pengalaman melakukan pitching dan mengembangkan solusi secara berkelompok.
Telkomsel berharap pola tersebut membuat peserta tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas, bisnis, dan kolaborasi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan industri digital.













