10 Tahun IndonesiaNEXT: Telkomsel Kini Punya Katalog Talenta Digital AI

Telkomsel memasuki satu dekade penyelenggaraan IndonesiaNEXT dengan memperluas fokus program dari sekadar pemberian sertifikasi kompetensi menjadi pengembangan talenta digital yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

GM Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry Priyo Santoso mengatakan IndonesiaNEXT pada awalnya dirancang untuk memberikan akses sertifikasi kompetensi secara gratis kepada mahasiswa di Indonesia.

“Program ini diawali karena kita ingin memberikan sertifikasi, penambahan skill buat para mahasiswa-mahasiswi di Indonesia,” kata Andry dalam Media Interview Session IndonesiaNEXT Summit 2026 di M Bloc Space, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Berawal dari Program Sertifikasi Gratis

Menurut Andry, sertifikasi menjadi salah satu kebutuhan mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi sebelum masuk dunia kerja. Telkomsel kemudian menyediakan akses sertifikasi tersebut secara gratis melalui proses seleksi dan asesmen.

Namun, perkembangan teknologi digital membuat kebutuhan industri berubah cepat. Karena itu, dalam tiga tahun terakhir Telkomsel mulai mengubah konsep IndonesiaNEXT agar tidak hanya berorientasi pada sertifikasi.

“Sebenarnya tiga tahun belakangan ini kita merubah konsepnya. Tidak sekadar sertifikasi, meskipun sertifikasi tetap ada,” ujarnya.

Andry mengatakan jenis sertifikasi yang diberikan kini disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja. Sejumlah kompetensi yang dikembangkan antara lain UI/UX, search engine automation, serta kemampuan yang berkaitan dengan digital marketing.

Telkomsel juga mulai memberikan pilihan kompetensi yang lebih personal kepada peserta. Mahasiswa diarahkan memilih sertifikasi sesuai kebutuhan dan minat mereka.

Peserta Dipetakan Jadi Hacker, Hipster, dan Hustler

Perubahan konsep tersebut kemudian diperluas dengan pendekatan yang menyerupai ekosistem startup. Peserta dipetakan berdasarkan tiga peran utama, yakni hacker, hipster, dan hustler.

Hacker diarahkan pada kemampuan teknis, hipster pada sisi kreativitas dan desain, sedangkan hustler berhubungan dengan bisnis, pemasaran, dan pengembangan pasar.

“Kalau di startup itu ada tiga role, hacker, hipster, dan hustler. Kita sudah membuat profiling sesuai questionnaire dan soal-soal yang kita berikan. Dari jawaban mereka, kita bisa melihat anak ini cocok sebagai hacker, hipster, atau hustler,” jelas Andry.

Pada tahap lanjutan, peserta tidak hanya berasal dari satu kampus. Telkomsel menggabungkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ke dalam satu tim.

Dalam IndonesiaNEXT Summit 2026, sebanyak 24 peserta dibagi menjadi delapan tim. Masing-masing tim terdiri atas tiga mahasiswa dengan peran berbeda.

Andry menjelaskan strategi tersebut dirancang agar peserta keluar dari lingkungan kampus masing-masing dan terbiasa berkolaborasi dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda.

“Mereka kita blend dari kampus yang berbeda. Harapannya supaya mereka keluar dari zona nyamannya dan bisa berinteraksi dengan orang-orang baru di luar kampus yang baru mereka kenal,” katanya.

IndonesiaNEXT Masuk Era AI

Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Gumilar Henda Nugraha Ali menambahkan bahwa IndonesiaNEXT tahun ini mengangkat tema “AI Driven Digital Talents: Enhancing Skills for Future Challenges”.

Tema tersebut dipilih karena perkembangan artificial intelligence (AI) semakin memengaruhi kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

“Untuk tahun ke-10 ini kita menangkap tema AI Driven Digital Talent. Ini bagaimana kemudian Telkomsel bertanggung jawab untuk membangun talenta-talenta digital,” ujar Gumilar.

Ia mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan praktik di industri.

Menurut Gumilar, sertifikasi menjadi salah satu cara untuk membantu mahasiswa memperoleh kompetensi yang relevan, terutama karena sejumlah sertifikasi internasional memiliki biaya relatif mahal.

Jadi Talent Catalog bagi Telkomsel

Peserta IndonesiaNEXT melalui beberapa tahapan seleksi. Setelah melewati tahap awal, peserta terpilih mendapatkan sertifikasi dan kemudian masuk ke tahapan pengembangan yang lebih spesifik.

Pada tahap akhir, peserta juga mendapatkan pengalaman melakukan pitching dan mengembangkan solusi secara berkelompok.

Menariknya, IndonesiaNEXT juga mulai menjadi salah satu sumber talent catalog bagi Telkomsel.

Gumilar mengatakan peserta dan alumni IndonesiaNEXT tidak otomatis terikat untuk bekerja di Telkomsel. Namun, talenta yang telah mengikuti program tersebut dapat menjadi salah satu referensi bagi Human Capital Management (HCM) Telkomsel dalam proses pencarian talenta.

“Programnya CSR, jadi memang kita tidak ada ikatan harus kontrak. Tapi minimal dari talent-talent yang sudah kita dapat ini juga menjadi catalog-nya HCM,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah mantan finalis IndonesiaNEXT bahkan telah bekerja di Telkomsel. Alumni lainnya juga melanjutkan karier di perusahaan teknologi lain.

10 Tahun IndonesiaNEXT

Memasuki usia 10 tahun, Telkomsel menyebut IndonesiaNEXT telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu mahasiswa. Program tersebut kini diarahkan semakin dekat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, terutama dengan meningkatnya penggunaan AI.

Perubahan tersebut menjadi penting karena kompetensi digital yang dibutuhkan industri terus bergerak. Bagi Telkomsel, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi perlu memiliki kemampuan teknis, kreativitas, kemampuan bisnis, serta pengalaman berkolaborasi untuk menghasilkan solusi digital yang relevan.