Kuartal I-2026, Setoran Pajak Naik 20,7 Persen, Saweran PPN dan PPnBM yang Tertinggi

Clara Medium.jpeg

Senin, 6 April 2026 – 21:21 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Foto: ANTARA/Uyu Septiyati Liman).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Tahun ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memulai langkah yang sesuai dengan harapan. Di mana, penerimaan pajak mengalami kenaikan yang lumayan signifikan.

Saat rapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (6/4/2026), Purbaya membeberkan realisasi setoran pajak yang mengejutkan para anggota parlemen. Di tengah pelemahan ekonomi global akibat geopolitik Timur Tengah, Indonesia justru mampu mencetak prestasi.

Layak bagi Purbaya menepuk dada ketika menyebut realisasi penerimaan pajak secara neto mencapai Rp394,8 triliun dalam tiga bulan pertama 2026, atau tumbuh 20,7 persen secara tahunan (year on year / YoY).

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kontributor utama pertumbuhan pajak berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), yang tercatat Rp155,6 triliun, melonjak 57,7 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan PPh Pasal 21 tercatat Rp61,3 triliun, atau tumbuh 15,8 persen. Angka ini mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus peningkatan kinerja administrasi perpajakan.

Purbaya menilai tren kenaikan ini menjadi indikator perbaikan aktivitas ekonomi nasional. Peningkatan penerimaan juga mencerminkan semakin efektifnya implementasi sistem administrasi perpajakan berbasis digital, yakni Coretax. “Hal ini menunjukkan perbaikan aktivitas ekonomi sekaligus efektivitas Coretax,” kata Purbaya.

Capaian ini menegaskan kualitas penerimaan pajak yang semakin baik, ditopang oleh basis pajak yang lebih solid. “Ini menunjukkan perbaikan perekonomian kita dan kerja jajaran pajak yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Sepanjang Januari–Februari 2026, pertumbuhan penerimaan pajak bahkan sempat menembus sekitar 30 persen.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini mengaku telah melaporkan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto, yang menilai kenaikan kepatuhan pajak sebagai sinyal positif.

Menurut Purbaya, peningkatan ini tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi yang lebih kuat, tetapi juga menunjukkan perbaikan disiplin wajib pajak serta meningkatnya kredibilitas sistem pengumpulan pajak di Indonesia.

“Ini arah yang baik bagi upaya kami meningkatkan kredibilitas pengumpulan pajak,” imbuhnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang