Kenaikan Harga Plastik dan Kedelai Bikin Perajin Tempe Terkulai

Reza Medium.jpeg

Minggu, 12 April 2026 – 00:01 WIB

Perajin tahu dan tempe berbahan baku kedelai impor kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur. (Foto: Antara).

Perajin tahu dan tempe berbahan baku kedelai impor kilogram di sentra perajin tempe di Sanan, Malang, Jawa Timur. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kenaikan harga kedelai impor dan plastik mulai berdampak serius pada perajin keripik tempe di Jakarta Selatan. Joko, salah satu perajin di kawasan Kramat Pela, mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar akibat dinamika ekonomi global.

“Modal yang harus saya keluarkan juga lebih banyak,” ujar Joko di Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026).

Joko menjelaskan lonjakan harga kedelai mulai terasa sejak Februari 2026 yang saat itu menyentuh Rp930.000 per kuintal. Namun, memasuki April 2026, harga bahan baku utama tersebut melonjak hingga Rp1.100.000 per kuintal atau lebih. Kondisi ini sangat memberatkan para perajin tempe dan tahu.

Selain kedelai, kenaikan signifikan juga terjadi pada harga plastik kemasan. Plastik yang semula berada di kisaran Rp32.000–Rp33.000 per kg, kini harganya naik menjadi Rp50.000 per kg.

Untuk menyiasati pembengkakan biaya produksi tersebut, Joko terpaksa mengurangi berat produknya. Langkah ini memicu keluhan dari para pelanggan setianya.

“Terpaksa saya kurangi, habis bagaimana? karena naik begini harganya. Pembeli saya ya mengeluh saja kok irisan tempe nya semakin menipis,” lanjut Joko.

Sebelumnya, kenaikan harga tahu dan tempe di berbagai daerah dilaporkan terjadi seiring melonjaknya harga bahan baku sejak April 2026. Fenomena ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat dampak konflik di Timur Tengah.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang