KASAD Curhat Susahnya Bangun Jembatan di Aceh Sampai Harus Ngutang

Clara Medium.jpeg

Selasa, 30 Desember 2025 – 18:55 WIB

KSAD Maruli Simanjuntak memaparkan kendala pembangunan jembatan pascabencana di Aceh dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana, Selasa (30/12/2025). (Foto: Tangkapan Layar).

KSAD Maruli Simanjuntak memaparkan kendala pembangunan jembatan pascabencana di Aceh dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Bencana, Selasa (30/12/2025). (Foto: Tangkapan Layar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengungkapkan sulitnya pembangunan jembatan pascabencana di Aceh akibat berbagai kendala, mulai dari keterbatasan bahan baku hingga persoalan pendanaan.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan diawali dengan survei lokasi untuk menentukan jenis jembatan yang paling sesuai dengan kondisi wilayah terdampak bencana.

“Kami sudah memutuskan ada tiga jenis jembatan yang akan kami buat, jembatan Bailey, jembatan Armco, dengan jembatan perintis atau jembatan gantung,” ujar Maruli dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana bersama pemerintah dan pimpinan DPR, Selasa (30/12/2025).

Keterbatasan bahan baku membuat material jembatan harus didatangkan dari Jakarta ke Aceh. Namun, proses distribusi tersebut terkendala kondisi jalan yang rusak.

“Di Aceh juga sampai turun di pelabuhan mau bergeser ke tempat untuk pengerjaan juga banyak yang terhambat di jalan, ada yang sampai satu minggu, Pak, nunggu penyelesaian,” kata Maruli.

Hingga saat ini, TNI Angkatan Darat telah membangun 22 jembatan Bailey di wilayah terdampak bencana. Jumlah tersebut bertambah dengan 14 jembatan Bailey yang disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Selain itu, sebanyak 39 jembatan Armco juga telah disiapkan di Aceh.

Terkait sistem pendanaan, Maruli mengaku pembangunan jembatan masih dilakukan dengan skema swadaya.

“Bahwa sampai dengan saat ini kami belum mengerti sistem keuangannya, Pak. Kita swadaya semua ini, Pak. Ya, sementara mungkin sampai pertengahan bulan depan kita masih kuat, Pak. Setelah itu ya sudah korek-korek,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan Armco dilakukan dengan cara berutang demi mempercepat proses pengerjaan.

“Selanjutnya juga untuk Armco sampai pabrik-pabriknya itu kita borong semua, Pak, habis. Suruh bikin lagi, habis. Udah tiga tahap kita sudah kerjakan. Itupun ya saya nanti bisik-bisik Bapak aja, Pak, itu masih utang, Pak,” tutur Maruli.