Jadi Raja di ASEAN, PANDI Bidik 1,5 Juta Domain .id Tahun Ini

Haris Medium.jpeg

Kamis, 29 Januari 2026 – 19:17 WIB

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menetapkan target agresif untuk tahun 2026. (Foto: inilah.com/)

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menetapkan target agresif untuk tahun 2026. (Foto: inilah.com/)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menetapkan target agresif untuk tahun 2026. Setelah sukses mengukuhkan diri sebagai pengelola domain tingkat negara (country code Top Level Domain/ccTLD) terbesar di Asia Tenggara pada 2025, PANDI kini menargetkan jumlah pengguna domain .id mencapai 1,5 juta hingga akhir tahun ini.

Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, mengungkapkan optimisme tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026). Optimisme ini didasari oleh tren pertumbuhan positif sepanjang tahun lalu.

Hingga Desember 2025, total domain .id yang terdaftar tercatat sebanyak 1.431.960, melampaui target tahunan sebelumnya sebesar 1,35 juta.

“Peningkatan jumlah nama domain .id menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya pada domain .id. 

Namun bagi PANDI, pertumbuhan bukan hanya soal angka, yang lebih penting adalah bagaimana domain .id mampu menghadirkan ruang digital yang aman, berdaulat, dan memberi manfaat nyata,” ujar John.

Fokus Kualitas dan Keamanan

Untuk mencapai target 1,5 juta tersebut, PANDI tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga memperketat kualitas pengelolaan dan keamanan.

John menegaskan bahwa ekosistem domain .id harus menjadi ruang digital yang terpercaya bagi pelaku UMKM, institusi pemerintah, akademisi, hingga kreator digital.

Salah satu inisiatif keamanan andalan PANDI adalah pengembangan Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX). 

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan menangani penyalahgunaan domain secara cepat, seperti praktik phishing, penipuan daring, hingga penyebaran konten ilegal.

“PANDI mengklaim dapat melakukan take down (pemutusan akses) domain bermasalah dalam waktu maksimal 1×24 jam,” tegasnya.

Melalui pendekatan terintegrasi yang mencakup tata kelola, keamanan, dan keberlanjutan layanan, PANDI berharap domain .id dapat terus mendukung aktivitas digital nasional yang inklusif dan aman.