Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan sejumlah program menyambut Bulan Ramadan dan Lebaran 2026.
Hal tersebut diungkapkan usai rapat bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo; Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar; Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi; Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan P Roeslani; Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya; hingga Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa.
“Menjelang Puasa hingga Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat,” ujar Menko Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Lebih lanjut, mantan Ketum Partai Golkar ini, menyebutkan, sejumlah program yang dipersiapkan, mencakup program diskon transportasi untuk masyarakat yang akan melaksanakan mudik, hingga program bantuan sosial (bansos) berupa bahan pokok. “Untuk diskon transportasi baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga tarif tol, sudah dipersiapkan,” kata Menko Airlangga.
Sementara itu, terkait dengan bantuan sosial, saat ini, tengah disiapkan, dia menyebut bantuan sosial yang diberikan pemerintah nantinya mencakup beras dan minyak goreng.“Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sedang siapkan juga,” tuturnya.
Diakui Menko Airlangga, rincian insentif belum diumumkan. Hingga sat ini, pemerintah masih membahas skema tersebut bersama pemangku kepentingan terkait. Namun, perhitungan awal menunjukkan, paket insentif Idul Fitri 2026 sedikitnya membutuhkan anggaran Rp13 triliun. “Yang lain nanti kita announce. Kisarannya Rp 13 triliun,” kata Airlangga.
Pemerintah memang rutin menyalurkan paket insentif di momen libur nasional, seperti Nataru (Natal dan Tahun Baru), dan Idul Fitri. Kebijakan tersebut dinilai mampu mendorong mobilitas masyarakat dan menjaga perputaran ekonomi.
Saat libur Nataru 2025–2026, pemerintah memberikan diskon 30 persen untuk tiket kereta api. Angkutan laut memperoleh diskon 20 persen. Jasa pelabuhan mendapat diskon hingga 100 persen. Pemerintah juga memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah atau PPN DTP untuk tiket pesawat ekonomi.














