IHSG Pagi Ini: Melaju di Level 8.152, Tersengat Strategi Pajak dan Sinyal The Fed

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 11 Februari 2026 – 12:08 WIB

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kawasan Sudirman, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Kawasan Sudirman, Jakarta. (Foto: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pasar modal Indonesia mengawali hari dengan zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (11/2/2026) pagi dibuka bertenaga, ditopang oleh kombinasi sentimen positif dari kebijakan fiskal domestik serta perkembangan data ekonomi global.

Indeks kebanggaan kita ini dibuka menguat 21,05 poin atau 0,26 persen ke posisi 8.152,79. Tak mau ketinggalan, kelompok saham biru yang tergabung dalam indeks LQ45 juga merangkak naik 0,12 persen ke level 830,42.

Fiskal Dalam Negeri Jadi Amunisi

Gairah pasar pagi ini tak lepas dari langkah berani pemerintah yang mulai membedah strategi penerimaan pajak untuk tahun 2026. Ada tiga jurus utama yang disiapkan guna mendongkrak tax ratio ke angka 11-12 persen, sembari menjaga defisit anggaran tetap ‘jinak’ di bawah 3 persen terhadap PDB.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai langkah ini memberikan ruang fiskal yang lebih lega bagi pemerintah untuk membiayai program prioritas tanpa harus ugal-ugalan menambah utang.

“Namun, dalam jangka pendek, pengawasan yang ketat berisiko menambah beban kepatuhan dunia usaha. Perlu ada insentif penyeimbang agar pertumbuhan ekonomi tidak malah tertekan,” ujar Nico dalam catatannya, Rabu.

Secara teknikal, ia memprediksi IHSG akan bergerak menguat terbatas dengan rentang support-resistance di 7.800 hingga 8.320.

Menakar Arah The Fed

Dari luar negeri, mata para pelaku pasar kini tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, yakni Nonfarm Payrolls dan Average Hourly Earnings. Data ini krusial untuk menentukan langkah bank sentral AS, The Fed, pada pertemuan FOMC 17-18 Maret mendatang.

Sinyal dari Negeri Paman Sam cenderung hawkish namun stabil. Presiden The Fed Cleveland, Beth Hammack, dan Presiden The Fed Dallas, Lorie Logan –dua pejabat yang memiliki hak suara tahun ini– mengisyaratkan bahwa suku bunga mungkin akan dipertahankan pada level saat ini untuk waktu yang lebih lama. 

Skenario pemangkasan bunga baru akan dibuka jika pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang nyata.

Kondisi Pasar Global dan Regional

Meskipun bursa Wall Street ditutup beragam dengan kecenderungan melemah pada Selasa malam, bursa regional Asia pagi ini justru kompak mengikuti jejak IHSG. 

Indeks Shanghai (China) naik 0,13 persen, Hang Seng (Hong Kong) menguat 0,18 persen, dan Strait Times (Singapura) menghijau tipis 0,06 persen. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang harus absen dari papan perdagangan karena hari libur nasional.