Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh otoritas AS, membuat hubungan kedua negara memanas. Sempat dikhawatirkan berdampak negatif terhadap Indonesia. Ternyata, tidak ada apa-apanya.
Bahkan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa punya pandangan sebaliknya. Eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela, justru berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham.
Dia bilang, reaksi pasar setelah penangkapan Maduro, justru memberikan sentimen yang positif.
“Kalau saya lihat sih, agak jauh. Kalau anda lihat pasar saham, kan malah naik. Jadi, mereka melihat justru sedikit positif. Agak aneh sebenarnya. Tapi, itu yang dilihat pasar,” kata Menkeu Purbaya sebelum rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dari sisi ekonomi makro, Menkeu Purbaya menyebut, potensi dampak eskalasi AS-Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas. Sejak lama, Venezuela tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia, karena kapasitas produksinya terbatas.
Masih menurut Menkeu Purbaya, meningkatnya eskalasi politik antara AS dengan Venezuela, sejauh ini, belum memberikan tren yang negatif. “Harusnya positif,” imbuhnya.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa mengatakan, stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah konflik AS dengan Venezuela yang kian panas. “Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela,” ujar Reydi, dikutip dari Antara,.
Ia menjelaskan, pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.
IHSG Makin Berotot
Tak kaleng-kaleng, analisa Menkeu Purbaya. Saat penutupan perdagangan Senin (5/1), IHSG terus menguat hingga ke level 8.859, berdasarkan catatan RTI Business. Terjadi penguatan 111.05 poin atau setara 1,27 persen.
Sedangkan posisi IHSG saat pembukaan, berada di level 8.778. Sempat menclok di level tertinggi yakni 8.858. Sementara titik terendahnya di 8.732.
IHSG mencatat volume transaksi sebanyak 70,25 miliar saham dengan nilai sebesar Rp30.321 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan hari ini mencapai 4.010.979 kali.
Pada penutupan perdagangan, tercatat 446 saham menguat, 246 saham melemah, dan 114 saham yang stagnan. Selain menguat secara harian, IHSG menguat secara mingguan sebesar 3,20 persen, dan secara bulanan menguat 2,81 persen.
Penguatan IHSG juga terjadi secara 3 bulanan sebesar 9,90 persen, secara 6 bulanan menguat 28,44 persen.














