Dubes Palestina Doakan 3 TNI Gugur Diserang Zionis Israel, Dunia Ikut Berduka

Kedutaan Besar Negara Palestina di Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia di Lebanon.

Pernyataan resmi yang disampaikan Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al Sattari tersebut menegaskan solidaritas Palestina terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tersebut.

Dalam pernyataan resminya diterima inilah.com, Rabu (1/4/2026), Kedutaan Besar Palestina mengutip ayat Alquran yang menegaskan, mereka yang gugur di jalan Allah tidaklah mati, melainkan hidup di sisi-Nya.

Duka untuk Indonesia

Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al Sattari menyampaikan simpati kepada Presiden, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia atas gugurnya para prajurit yang tengah menjalankan tugas mulia.

“Selain itu, belasungkawa juga disampaikan secara khusus kepada keluarga almarhum, disertai doa agar diberikan kesabaran dan ketabahan,” katanya.

Pengorbanan Dikenang

Dubes Palestina Abdulfattah menegaskan, pengorbanan para prajurit akan selalu dikenang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pihak Palestina juga menekankan kekuatan bangsa terletak pada kebersamaan dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ujarnya.

Kecam Serangan Zionis

Kedutaan Besar Palestina secara tegas mengecam serangan penjajah Zionis Israel terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.

“Serangan ini dinilai sebagai tindakan agresi yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI, yang disebut sebagai pahlawan kemanusiaan dan kebanggaan bangsa,” tegas Dubes Palestina.

Doa untuk Syuhada

Dalam penutup pernyataannya, Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al Sattari memohon kepada Allah SWT agar para korban diberikan rahmat dan ampunan serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

“Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi musibah ini,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menambah gelombang solidaritas internasional terhadap Indonesia, sekaligus mempertegas kecaman global atas serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.

Tuntut Pertanggungjawaban

Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras serangan beruntun di Lebanon selatan pada 29 dan 30 Maret 2026 yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan terakhir terjadi di dekat Bani Haiyyan itu kembali menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka.

Insiden berulang ini dinilai bukan kejadian terpisah, melainkan mencerminkan situasi keamanan yang semakin memburuk di kawasan tersebut.

Operasi militer yang terus berlangsung telah meningkatkan risiko serius bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

Indonesia menegaskan keselamatan pasukan penjaga perdamaian itu tidak dapat ditawar dan setiap serangan merupakan pelanggaran hukum internasional.

Pemerintah pun menyerukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan serta menuntut akuntabilitas penuh pihak yang bertanggung jawab.