Donald Trump menerima hadiah spesial dari FIFA (foto:x/@leylahamed)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengerahkan operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro membuat FIFA malu!
Kenapa FIFA? Akhir tahun lalu, tepatnya 5 Desember 2025, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan gelar FIFA Peace Prize atau tokoh perdamaian dunia kepada Trump.
Gelar tersebut diberikan menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 dimana AS merupakan tuan rumah.
Dalam kesempatan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memuji Trump yang bisa menjernihkan situasi dalam perang yang terjadi di banyak belahan dunia, dari Kongo hingga perang Thailand dan Kamboja.
“Dia mendukung upaya untuk memfasilitasi gencatan senjata dan mempromosikan keterlibatan diplomatik, tindakan yang membantu menciptakan kondisi di mana perdamaian dapat tumbuh,” kata FIFA dalam video.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, Perjanjian Abraham yang bersejarah ditandatangani, membawa kemajuan nyata pertama di Timur Tengah dalam puluhan tahun. Kepemimpinannya telah memastikan perdamaian antara Republik Demokratik Kongo dan Rwanda; Kamboja dan Thailand; Kosovo dan Serbia; India dan Pakistan; Mesir dan Ethiopia; serta Armenia dan Azerbaijan.”
“Tindakan Presiden Donald J. Trump juga telah memastikan perdamaian antara Israel dan Hamas, dengan memfasilitasi Rencana Perdamaian Gaza, dan dia terus berupaya untuk membawa perdamaian yang langgeng antara Rusia dan Ukraina. Ini adalah masa kepresidenan yang ditandai dengan tindakan untuk mengejar perdamaian di seluruh dunia,” kata FIFA.
Kini, FIFA harus menanggung malu karena Trump memberikan perintah penyerangan ke negara lain, bahkan menangkap presiden aktif yang memicu kritik tajam.
Meski tampaknya FIFA tak akan mengambil sikap drastis atas tindakan Trump menyerang Venezuela, namun publik dapat menilai standar ganda FIFA terhadap negara-negara tertentu di sepak bola dunia.










