Meta Tunda Peluncuran Global Kacamata Pintar Ray-Ban Display Akibat Stok Terbatas

Ikhsan Medium.jpeg

Rabu, 7 Januari 2026 – 03:04 WIB

Meta resmi menunda ekspansi internasional kacamata pintar Ray-Ban Display karena keterbatasan stok. (Foto: Dok. Meta)

Meta resmi menunda ekspansi internasional kacamata pintar Ray-Ban Display karena keterbatasan stok. (Foto: Dok. Meta)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Meta terpaksa mengerem ambisinya untuk menguasai pasar kacamata pintar global lebih cepat. Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Selasa (6/1/2026), perusahaan milik Mark Zuckerberg ini resmi mengumumkan penundaan peluncuran Ray-Ban Display di sejumlah negara besar seperti Inggris, Prancis, Italia, hingga Kanada.

Alasannya klasik namun menyakitkan bagi calon pembeli: barangnya langka. Meta mengaku kewalahan menghadapi lonjakan permintaan yang jauh melampaui kapasitas produksi mereka saat ini. Alhasil, kacamata pintar yang digadang-gadang sebagai masa depan wearable gadget ini masih menjadi barang ‘ghoib’ di luar Amerika Serikat.

Prioritas Pasar Domestik AS

Meta hingga kini masih belum berani mengetuk palu soal jadwal baru ekspansi internasional yang semula ditargetkan awal tahun ini. Raksasa teknologi itu memilih bermain aman dengan memprioritaskan pemenuhan pesanan di pasar domestik AS sambil menata ulang rantai pasok mereka.

Fenomena sulitnya mendapatkan Ray-Ban Display sebenarnya bukan barang baru. Sejak pertama kali diperkenalkan, Meta menerapkan sistem penjualan yang sangat eksklusif. Perangkat ini tidak dijual secara daring (online). Calon pembeli wajib datang ke gerai fisik tertentu seperti Sunglass Hut atau LensCrafters di AS, itu pun harus melalui sesi janji temu dan demonstrasi produk terlebih dahulu.

“Minat konsumen sangat luar biasa. Jadwal demo di banyak lokasi sudah penuh hingga beberapa pekan ke depan,” ungkap pihak Meta sebagaimana dilaporkan Engadget.

Teknologi Canggih dengan Harga Selangit

Apa yang membuat orang rela mengantre demi kacamata seharga US$799 (sekitar Rp12,5 juta) ini? Jawabannya ada pada teknologi heads-up display yang tertanam di lensanya.

Ray-Ban Display merupakan kacamata pintar pertama Meta yang mampu menampilkan informasi langsung di depan mata pengguna. Perangkat ini juga dipersenjatai dengan:

  • Neural Band: Pengendali canggih untuk pelacakan gerakan jari.
  • Audio & Visual: Kamera berkualitas tinggi, speaker stereo, dan enam mikrofon.
  • Konektivitas: Dukungan penuh WiFi 6 untuk kecepatan data maksimal.

Penundaan ini menjadi sinyal bahwa meski teknologi sudah siap, tantangan manufaktur massal masih menjadi sandungan besar bagi Meta. 

Bagi konsumen di Eropa dan Kanada, nampaknya harus lebih bersabar untuk bisa bergaya sambil menatap layar di balik lensa Ray-Ban terbaru ini.