Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Inilah.com/Reyhaanah).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pemerintah belum berencana melakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di tengah gejolak konflik Amerika Serikat dan Iran.
“Saya tadi tanya (pemerintah), sepertinya enggak (ada rencana pembatasan pembelian Pertalite atau Pertamax). Karena kalau menurut dari pihak pemerintah, stok kita cukup,” ujar Dasco kepada wartawan, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi DPR dengan pemerintah, fokus saat ini adalah menjaga stabilitas harga BBM agar tidak mengalami kenaikan.
“Jadi kalau ditanya sampai berapa lama (harga BBM stabil), kalau tanya saya, saya belum tahu, mungkin pemerintah yang tahu. Tapi yang pasti pemerintah konsentrasi untuk menjaga itu,” tandasnya.
Sebelumnya, jagat maya, khususnya platform X, sempat diramaikan oleh beredarnya infografis dan tabel proyeksi harga BBM nonsubsidi yang disebut-sebut berlaku mulai 1 April 2026.
Informasi tersebut menampilkan lonjakan harga pada berbagai jenis BBM produksi PT Pertamina (Persero), termasuk Pertamax yang diproyeksikan naik dari Rp12.300 menjadi Rp17.850 per liter.
Kenaikan signifikan juga disebut terjadi pada BBM diesel, seperti Pertamina Dex yang diperkirakan naik dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter, serta Dexlite yang disebut mencapai Rp23.650 per liter.
Informasi tersebut memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama menjelang periode pasca-Lebaran, bahkan menyebabkan antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menanggapi hal itu, Pertamina menegaskan kabar tersebut tidak benar.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar luas di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, Senin (30/3/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi perusahaan terkait kebijakan harga BBM.
“Dapatkan informasi valid hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Kami mendukung imbauan Pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak di tengah dinamika pasar global,” tambahnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













