Pemimpin Korut Kim Jong-un bersama putrinya Kim Ju-ae meresmikan sejumlah hotel dan resort mewah di kawasan pegunungan Samjiyon. (Foto: KCNA)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali memamerkan proyek mercusuarnya. Akhir pekan lalu, Kim turun langsung meresmikan deretan hotel dan resor mewah di Samjiyon, wilayah pegunungan utara yang selama ini disakralkan oleh rezim Pyongyang.
Tak sendirian, dalam kunjungan tersebut Kim didampingi putri kesayangannya, Kim Ju-ae. Kehadiran ‘putri mahkota’ ini kian menegaskan betapa strategisnya proyek Samjiyon bagi citra keluarga dinasti Kim di mata dunia.
Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan pada Selasa (23/12/2025) bahwa Kim melakukan inspeksi mendalam. Mulai dari mengecek kualitas kamar, ruang rekreasi, area komersial, hingga fasilitas katering yang tersedia.
Uji Coba Ranjang dan Narasi ‘Martabat’
Dalam dokumentasi foto yang dirilis KCNA, tampak momen menarik saat Kim mencoba langsung kenyamanan ranjang di salah satu kamar hotel. Ia memuji pembangunan resor tersebut sebagai bukti nyata bahwa potensi Korea Utara tak bisa dipandang sebelah mata.
“Resor ini adalah bukti nyata dari cita-cita rakyat yang terus berkembang sekaligus bukti potensi kemajuan negara kita,” ujar Kim, sebagaimana dikutip dari KCNA.
Narasi yang dibangun Pyongyang pun sangat kental dengan sentimen nasionalisme. KCNA menyebut fasilitas ini menunjukkan bahwa rakyat Korea Utara adalah masyarakat ‘paling bermartabat’ yang tak perlu lagi merasa iri dengan kemewahan dunia luar.
Target Utama: Kantong Wisatawan Mancanegara
Meski dibalut propaganda kemandirian, para analis melihat ada motif ekonomi yang kuat di balik kemegahan hotel di lereng pegunungan tersebut. Proyek ini diyakini sebagai upaya keras pemerintah Korut untuk mendatangkan devisa melalui sektor pariwisata.
Peter Ward, analis dari Sejong Institute, menilai fasilitas mewah tersebut memang tidak dirancang untuk rakyat jelata. “Target utamanya jelas, yakni warga negara asing,” ungkap Ward kepada AFP dikutip Rabu (24/12/2025).
Langkah ini memperlihatkan strategi Kim Jong-un yang mulai membuka pintu ‘Negara Kerahasiaan’ ini bagi para pelancong internasional, tentu saja di bawah kendali ketat negara.










