BYD kabarnya tengah menjajaki peluang masuk ke ajang balap Formula 1. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Panggung balap jet darat paling bergengsi di dunia, Formula 1 (F1), berpotensi kedatangan kekuatan baru yang bakal mengguncang dominasi pabrikan Eropa. Raksasa otomotif asal China, BYD, secara mengejutkan dikabarkan tengah mempertimbangkan secara serius untuk terjun ke ajang kejuaraan dunia tersebut.
Jika rencana ini terealisasi, BYD akan mencatatkan sejarah besar sebagai merek otomotif pertama dari Negeri Tirai Bambu yang berkompetisi di level tertinggi motorsport dunia. Sinyal ini bukan sekadar rumor belaka, melainkan sebuah langkah strategis yang kini tengah digodok di level petinggi perusahaan.
Sinyal Kuat dari Shanghai
Mengutip laporan Drive, Minggu (10/5/2026), Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, mengonfirmasi bahwa perusahaan memang sedang mendiskusikan kemungkinan besar untuk bergabung ke dalam grid Formula 1. Kabar ini menguat setelah adanya pertemuan strategis antara pihak BYD dengan otoritas tertinggi F1.
“Kami sedang mendiskusikan kemungkinan masuk ke Formula 1,” ujar Stella Li secara lugas.
Keseriusan BYD dibuktikan dengan pertemuan langsung antara Stella Li dan CEO Formula 1, Stefano Domenicali, di Shanghai baru-baru ini. Komunikasi antara kedua belah pihak dilaporkan tetap terjalin secara intensif untuk menjajaki regulasi dan peluang teknis yang memungkinkan BYD ikut bersaing.
Uji Nyali Teknologi di Level Tertinggi
Bagi BYD, Formula 1 bukan sekadar ajang adu kecepatan. Stella Li menekankan bahwa F1 memiliki daya tarik luar biasa karena berkaitan erat dengan gairah, budaya, dan impian banyak orang di seluruh dunia. Namun, di luar aspek emosional, ada kepentingan riset dan pengembangan yang jauh lebih besar.
Keterlibatan di F1 dipandang sebagai laboratorium berjalan untuk menguji teknologi mutakhir perusahaan. Di tengah transisi industri otomotif menuju energi hijau, F1 yang kini mulai beralih ke bahan bakar berkelanjutan dan peningkatan sistem hibrida menjadi medan tempur yang ideal bagi BYD untuk memamerkan keunggulan teknologinya di hadapan dunia.
Jika benar-benar bergabung, BYD akan langsung berhadapan dengan nama-nama besar yang sudah melegenda seperti Ferrari, Mercedes-Benz, dan McLaren. Ini akan menjadi pembuktian apakah teknologi otomotif China sudah mampu berdiri sejajar, atau bahkan melampaui raksasa-raksasa otomotif tradisional tersebut.
Beli Tim atau Buat Baru?
Meski minat sudah dinyatakan secara terbuka, mekanisme masuknya BYD ke Formula 1 masih menjadi tanda tanya besar. Hingga saat ini, belum diputuskan apakah BYD akan menempuh jalur akuisisi terhadap tim yang sudah ada di grid, atau mengajukan diri sebagai tim baru ke-12.
Langkah untuk masuk sebagai tim baru tentu memiliki tantangan regulasi dan finansial yang lebih berat, mengingat ketatnya seleksi dari FIA dan keberatan dari beberapa tim petahana. Namun, dengan kekuatan finansial dan penguasaan rantai pasok komponen yang dimiliki BYD, opsi apa pun tampaknya tetap terbuka lebar.
Kini, dunia menunggu langkah konkret selanjutnya dari BYD. Kehadiran mereka di Formula 1 dipastikan tidak hanya akan menambah warna baru, tetapi juga mengubah peta persaingan industri otomotif global melalui jalur sirkuit balap.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













