Beda dengan Purbaya, Menko Airlangga Banggakan Capaian Ekonomi 2025, karena Ini

Clara Medium.jpeg

Jumat, 6 Februari 2026 – 04:09 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Clara)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Clara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Beda sikap dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang kecewa dengan capaian pertumbuhan ekonomi 2025, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto malah berbangga.

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025, relatif lebih tinggi ketimbang beberapa negara. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam empat kuartal terakhir.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,11 persen secara tahunan (yoy). Sementara itu, di kuartal IV-2025 tumbuh 5,39 persen.  

“Jadi ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam empat kuartal terakhir, dan secara year on year adalah 5,11 persen. Dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari China yang 5 persen, Arab Saudi 4,5 persen, Eropa hanya tumbuh 1,5 persen. Nah tentu ini menjadi momentum untuk pertumbuhan yang kuat,” ujar Menko Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Dia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang sektor konsumsi yang tumbuh 5,11 persen di kuartal IV-2025, serta 4,98 persen secara tahunan (yoy). Selain itu, investasi tumbuh positif sebesar 6,12 persen, ditunjang percepatan belanja pemerintah yang tumbuhnya 44,2 persen.

“Jadi ini memang pemerintah menggelontorkan belanja di kuartal IV dan ini juga mendukung stimulus dan daya beli serta akselerasi ekonomi,” ucapnya.

Selain itu, lanjut mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar itu, kinerja positif dari mesin ekonomi 2025, didorong sektor perindustrian yang tumbuh 5,4 persen. Serta sektor perdagangan dan pertanian yang mencatatkan pertumbuhan tinggi.

Dia menuturkan, sektor-sektor tersebut merepresentasikan lebih dari 40 persen struktur ekonomi Indonesia. Kondisi ini semakin diperkuat dengan kinerja konsumsi masyarakat yang tetap positif.

“Ini menunjukkan fondasi ekonomi kita cukup kuat, karena ditopang oleh sektor-sektor utama dan konsumsi yang terus berjalan,” tutur dia.

Belum Sesuai Prediksi

Di lokasi berbeda, Menkeu Purbaya terlihat kurang semringah mencermati capaian pertumbuhan ekonomi 2025 yang hanya 5,1 persen. Gagal mencapai target yang diamanatkan APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

“Ini lebih rendah dari perkiraan saya atau janji saya. Saya kan maunya 5,6 atau 5,7. Jadi harusnya 5,5 lah. Tapi sejujurnya lumayan lah kita masih tumbuh 5,1 persen,” ujar Menkeu Purbaya di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).

Meski meleset, dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi sejak lima tahun terakhir. Di mana, angka pertumbuhan ekonomi kala itu hanya berada di rentang 4 sampai 5,1 persen.

“Tadinya kan berapa sih? 4 persen, ini 5 persen. Ini 5,1 persen. Sekarang udah 5,39 persen. Itu tertinggi dalam berapa tahun terakhir, lho? Di triwulan keempat mungkin 4 tahun, 5 tahun terakhir. Jadi lumayan. Jadi ada sinyal pembalikan ekonomi,” kata dia.

Dia menyampaikan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dirinya akan mengunjungi sejumlah kementerian/lembaga agar serapan anggaran tepat sasaran.

“Ini awal karena sebagian mesin belum jalan. Tapi saya harapkan tahun ini akan lebih baik lagi. Ini saya akan lebih banyak jalan-jalan ke kementerian/lembaga supaya belanja mereka tetap sasaran,” ucap dia.