Ketua Badan Tim Nasional (BTN) sekaligus Anggota Executive Committe (Exco) PSSI, Sumardji saat sesi jumpa pers di Kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta, Kamis (20/11/2025) petang.(Foto: inilah.com/Harris Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, mengungkap faktor utama yang dinilai menjadi penyebab Timnas Indonesia belum pernah menjuarai ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF.
Menurut Sumardji, persoalan terbesar bukan semata-mata terletak pada kualitas teknik maupun taktik, melainkan aspek mental pemain yang harus diperkuat jika ingin mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sumardji usai kegiatan Water Break PSSI Pers bertajuk ASEAN Hyundai Cup 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia di Jakarta, Jumat (3/6/2026).
“Kalau kita ingin memenangkan suatu peperangan, maka yang harus kita persiapkan adalah segala sesuatu yang memang bisa kita memenangkan peperangan itu,” kata Sumardji.
Ia menjelaskan PSSI telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegagalan Timnas Indonesia pada edisi-edisi sebelumnya. Dari berbagai catatan yang ada, penguatan karakter mental menjadi salah satu prioritas utama.
“Kalau ditanya evaluasinya, cukup banyak evaluasinya. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita,” ujarnya.
Selain mental, Sumardji menilai kondisi fisik dan kemampuan individu pemain juga harus terus ditingkatkan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus berjalan secara seimbang agar Timnas Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat.
Ia mengatakan pelatih John Herdman telah menyusun program yang mengombinasikan penguatan mental, fisik, dan kualitas teknik pemain sejak awal menangani skuad Garuda.
“Dan ini perencanaan semuanya ini, di John Herdman ada. Di Coach John ada. Di awal, Coach John mengkolaborasi, menyeimbangkan antara kekuatan mental, antara kekuatan fisik, dan skill. Ini semua dikolaborasikan, diseimbangkan untuk bisa tercapainya satu kekuatan yang memang dahsyat,” kata Sumardji.
Ia optimistis hasil evaluasi yang telah dilakukan PSSI akan menjadi bekal penting menghadapi ASEAN Championship 2026.
“Jadi kalau ditanya evaluasinya kenapa tidak pernah juara, ya evaluasinya banyak. Maka kali ini coba, ya, dari evaluasi yang cukup panjang itu nanti kita combine jadi satu, kita jadikan suatu kekuatan yang bisa memenangkan suatu peperangan,” tegasnya.
ASEAN Championship 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Turnamen ini menjadi kesempatan berikutnya bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri penantian gelar juara yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Hingga kini, pencapaian terbaik Garuda di ajang tersebut adalah enam kali finis sebagai runner-up.
Dengan materi pemain yang semakin kompetitif dan program yang disiapkan tim pelatih, PSSI berharap Indonesia mampu mematahkan kutukan runner-up sekaligus meraih trofi ASEAN Championship untuk pertama kalinya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












